<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ahmad Sabiq Abu Yusuf &#187; Kisah</title>
	<atom:link href="http://ahmadsabiq.com/tag/kisah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahmadsabiq.com</link>
	<description>Berupaya Menghidupkan Sunnah di Atas Jalan Nubuwwah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 02:16:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Kisah Shahabat Nabi yang Durhaka Kepada Ibunya</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2009/12/28/kisah-lemah-tentang-alqomah/</link>
		<comments>http://ahmadsabiq.com/2009/12/28/kisah-lemah-tentang-alqomah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 23:26:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Durhaka]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Alqomah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah lemah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Al kisah : Konon dikisahkan bahwa pada zaman Rosululloh ada seorang pemuda yang bernama Alqomah. Dia seorang pemuda yang giat beribadah, rajin sholat, banyak puasa dan suka bershodaqoh. Suatu ketika dia sakit keras, maka istrinya mengirim utusan kepada Rosululloh untuk memberitahukan kepada beliau akan keadaan Alqomah. Maka Rosululloh pun mengutus Ammar bin Yasir, Shuhaib ar [...]
Related posts:<ol>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/10/29/muqaddimah-rubrik-kisah-kisah-tak-nyata/' rel='bookmark' title='Bedah Kisah-Kisah Tidak Nyata yang Tersebar di Masyarakat!'>Bedah Kisah-Kisah Tidak Nyata yang Tersebar di Masyarakat!</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/11/04/kritik-kisah-kholid-al-qosri/' rel='bookmark' title='Studi Kritis Kisah Gubernur Iraq Era Bani Umayyah yang Menyembelih Tokoh Ahli Bid&#8217;ah, Ja&#8217;ad bin Dirham'>Studi Kritis Kisah Gubernur Iraq Era Bani Umayyah yang Menyembelih Tokoh Ahli Bid&#8217;ah, Ja&#8217;ad bin Dirham</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2010/04/15/kisah-masuk-islamnya-ikrimah-bin-abu-jahl/' rel='bookmark' title='Kisah Masuk Islamnya Ikrimah bin Abu Jahl'>Kisah Masuk Islamnya Ikrimah bin Abu Jahl</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/15/kritik-kisah-hijrah/' rel='bookmark' title='Sepenggal Kisah Lemah Seputar Perjalanan Hijroh Rosululloh ke Kota Madinah'>Sepenggal Kisah Lemah Seputar Perjalanan Hijroh Rosululloh ke Kota Madinah</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/15/kritik-kisah-tsalabah/' rel='bookmark' title='Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat'>Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="margin:5px 0px 5px 0px" id="linksalpha_tag_1356271636" class="linksalpha-email-button" data-url="http://ahmadsabiq.com/2009/12/28/kisah-lemah-tentang-alqomah/" data-text="Kisah Shahabat Nabi yang Durhaka Kepada Ibunya" data-desc="Al kisah : Konon dikisahkan bahwa pada zaman Rosululloh ada seorang pemuda yang bernama Alqomah. Dia seorang pemuda yang giat beribadah, rajin sholat, banyak puasa dan suka bershodaqoh. Suatu ketika dia sakit keras, maka istrinya mengirim utusan kepada Rosululloh untuk memberitahukan kepada beliau" data-image="http://ahmadsabiq.com/wp-content/uploads/2009/12/Ø¹ÙÙÙ.jpg" data-site="Ahmad Sabiq Abu Yusuf"></div><script type="text/javascript" src="http://www.linksalpha.com/social/loader?tag_id=linksalpha_tag_1356271636&link=http%3A%2F%2Fahmadsabiq.com%2F2009%2F12%2F28%2Fkisah-lemah-tentang-alqomah%2F&halign=center&fblikeverb=like&fblikeref=linksalpha&fblikefont=arial&v=1&twitterw=110&facebookw=90&googleplus=1&facebook=1&twitter=1&linkedin=1&identica=1&yammer=1&gmail=1&yahoomail=1&hotmail=1&aolmail=1&mailru=1&email=1&print=1&delicious=1&diigo=1&posterous=1&myspace=1&evernote=1&instapaper=1&readitlater=1&msn=1&livejournal=1&sonico=1&netlog=1&hyves=1&xing=1&vkontakte=1&weibo=1&button=googleplus%2Cfacebook%2Ctwitter%2Clinkedin&gpluslang=en-US&twitterlang=en&xinglang=de&fblikelang=en_US&googleplusctr=1&facebookctr=1&twitterctr=1&linkedinctr=1"></script><h3>Al kisah :</h3>
<blockquote><p>Konon dikisahkan bahwa pada zaman Rosululloh ada seorang pemuda yang bernama <strong>Alqomah</strong>. Dia seorang pemuda yang giat beribadah, rajin sholat, banyak puasa dan suka bershodaqoh. Suatu ketika dia sakit keras, maka istrinya <a href="http://ahmadsabiq.com/wp-content/uploads/2009/12/عقوق.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-202" title="عقوق" src="http://ahmadsabiq.com/wp-content/uploads/2009/12/عقوق.jpg" alt="" width="123" height="86" /></a>mengirim utusan kepada Rosululloh untuk memberitahukan kepada beliau akan keadaan Alqomah. Maka Rosululloh pun mengutus <strong>Ammar bin Yasir</strong>, <strong>Shuhaib ar Rumi</strong> dan <strong>Bilal bin Robah</strong> untuk melihat keadaannnya. Beliau bersabda : “Pergilah ke rumah Alqomah dan talqinlah untuk mengucapkan La Ilaha Illalloh.” Akhirnya mereka berangkat kerumahnya, ternyata saat iu Alqomah sudah dalam keadaan naza’, maka segeralah mereka mentalqinnya, namun ternyata lisan Alqomah tidak bisa mengucapkan La ilaha illalloh. <span id="more-193"></span></p>
<p>Langsung saja mereka laporkan kejadian ini pada Rosululloh.</p>
<ul>
<li>Maka Rosululloh pun bertanya : Apakah dia masih mempunyai  kedua orang tua ?</li>
</ul>
<p>Ada yang menjawab : Ada wahai Rosululloh, dia masih mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta.”</p>
<ul>
<li>Maka Rosululloh mengirim  utusan untuk menemuinya, dan beliau berkata kepada utusan tersebut : Katakan kepada ibunya Alqomah : “Jika dia masih mampu untuk berjalan menemui Rosululloh maka datanglah, namun kalau tidak, maka biarlah Rosululloh yang datang menemuimu.”</li>
</ul>
<p>Tatkala utusan itu telah sampai pada ibunya Alqomah dan pesan beliau itu disampaikan, maka dia berkata : Sayalah yang lebih berhak untuk mendatangi Rosululloh.”</p>
<p>Maka dia pun memakai tongkat dan berjalan mendatangi Rosululloh.</p>
<p>Sesampainya di rumah Rosululloh, dia mengucapkan salam dan Rosululloh pun menjawab salamnya.</p>
<ul>
<li>Lalu Rosululloh bersabda kepadanya : “Wahai ibu Alqomah, jawablah pertanyaanku dengan jujur, sebab jika engkau berbohong maka akan datang wahyu dari Alloh yang akan memberitahukan kepadaku, bagaimana sebenarnya keadaan putramu Alqomah ?</li>
</ul>
<p>Sang ibu menjawab : Wahai Rosululloh, dia rajin mengerjakan sholat, banyak puasa dan senang bershodaqoh.”</p>
<ul>
<li>Lalu Rosululloh bertanya lagi : Lalu apa perasaanmu padanya ?</li>
</ul>
<p>Dia menjawab : Saya marah kepadanya Wahai Rosululloh.”</p>
<ul>
<li>Rosululloh bertanya lagi : Kenapa ?.”</li>
</ul>
<p>Dia menjawab : Wahai Rosululloh, dia lebih mengutamakan istrinya dibandingkan saya dan dia pun durhaka kepadaku.”</p>
<ul>
<li>Maka Rosululloh bersabda : Sesungguhnya kemarahan sang ibu telah menghalangi lisan Alqomah sehingga tidak bisa mengucapkan syahadat.”</li>
</ul>
<ul>
<li>Kemudian beliau bersabda : Wahai Bilal , pergilah dan kumpulkan kayu bakar yang banyak.”</li>
</ul>
<p>Si ibu berkata : Wahai Rosululloh, apa yang akan engkau perbuat ?.”</p>
<ul>
<li>Beliau menjawab : Saya akan membakarnya dihadapanmu .”</li>
</ul>
<p>dia menjawab : Wahai Rosululloh , saya tidak tahan kalau engkau membakar anakku dihadapanku.”</p>
<ul>
<li>Maka Rosululloh menjawab : Wahai Ibu Alqomah, sesungguhnya adzab Alloh lebih pedih dan lebih langgeng, kalau engkau kepingin agar Alloh mengampuninya, maka relakanlah anakmu Alqomah, demi dzat yang jiwaku berada di Tangan Nya, sholat, puasa dan shodaqohnya tidak akan memberinya manfaat sedikitpun  selagi engkau masih marah kepadanya,”</li>
</ul>
<p>Maka dia berkata ; Wahai Rosululloh, Alloh sebagai saksi, juga para malaikat dan semua kaum muslimin yang hadir saat ini bahwa saya telah ridlo pada anakku Alqomah”.</p>
<ul>
<li>Rosululloh pun berkata kepada Bilal : Wahai Bilal, pergilah kepadanya  dan lihatlah apakah Alqomah sudah bisa mengucapkan syahadat ataukah belum, barangkali ibu Alqomah mengucapkan  sesuatu yang bukan berasal dari dalam hatinya, barangkali dia hanya malu kepadaku.”</li>
</ul>
<p>Maka, Bilal pun berangkat, ternyata dia mendengar Alqomah dari dalam rumah mengucapkan : La Ilaha Illalloh.” Maka Bilal pun masuk dan berkata : Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kemarahan ibu Alqomah  telah menghalangi lisannya sehingga tidak bisa mengucapkan syahadat, dan ridlonya telah menjadikanya mampu mengucapkan syahadat.”</p>
<p>Kemudian, Alqomah pun meninggal dunia saat itu juga.</p>
<ul>
<li>Maka, Rosululloh melihatnya dan memerintahkan untuk dimandikan lalu dikafani kemudian beliau mensholatinya dan menguburkannya,</li>
</ul>
<ul>
<li>Lalu, didekat kuburan itu beliau bersabda : Wahai sekalian kaum muhajirin dan anshor, barang siapa yang melebihkan istrinya daripada ibunya, dia akan mendapatkan laknat dari Alloh, para malaikat dan sekalian manusia. Alloh tidak akan menerima amalannya sedikitpun kecuali kalau dia mau bertaubat dan berbuat baik pada ibunya serta meminta ridlonya, karena ridlo Alloh tergantung pada ridlonya dan kemarahan Alloh tergantung pada kemarahannya.”</li>
</ul>
</blockquote>
<h3>Kemasyhuran kisah ini :</h3>
<p>Kisah ini dengan perincian peristiwanya diatas sangat masyhur dikalangan kaum muslimin, para penceramah selalu menyebutkannya kalau berbicara tentang durhaka pada kedua orang tua. Kayaknya jarang sekali kaum muslimin yang tidak mengenal kisah ini. Dan yang semakin membuat masyhurnya kisah ini adalah bahwa kisah ini terdapat dalam kitab Al Kaba’ir yang disandarkan kepada <strong>Al Hafidl Adz Dzahabi</strong>.</p>
<p>Padahal kitab Al Kaba’ir yang terdapat kisah ini bukanlah karangan <strong>Imam Adz Dzahabi</strong>, sebagaimana hal ini dijelaskan oleh <strong>Syaikh Masyhur Hasan Salman</strong> dalam kitab beliau Kutubun Hadzara minha ulama’ juga dalam muqoddimah kitab Adz Dzahabi yang sebenarnya.</p>
<p>Kisah ini juga terdapat dalam kitab-kitab yang membicarakan tentang kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua. Namun itu semua tidaklah menjadi jaminan bahwa kisah ini shohih.</p>
<h3>Takhrij hadits ini : (1)</h3>
<p>Hadits yang menyebutkan kisah ini secara umum diriwayatkan oleh <strong>Imam Ahmad</strong> 4/382, <strong>Thobroni</strong>, <strong>Baihaqi</strong> dalam Syu’abul Iman 6/197 dan dalam Dala’ilun Nubuwwah 6/205. Semuanya dari jalan <strong>Yazid bin Harun</strong> berkata telah menceritakan kepada kami <strong>Fa’id bin Abdur Rohman</strong> berkata : Saya mendengar <strong>Abdulloh bin Abu Aufa</strong> berkata : Ada seseorang yang datang kepada Rosululloh seraya berkata : Wahai Rosululloh disini  ada seorang pemuda yang  sedang sakarotul maut, dia disuruh untuk mengucapkan syahadat namun tidak bisa mengucapkannya.” Maka Rosululloh bertanya : Bukankah dia mengatakannya selama hidupnya ? dijawab : Ya, wahai Rosululloh.” Rosululloh kembali bertanya : lalu apa yang menghalanginya untuk mengucapkan syahadat saat akan mati ? ……. Lalu selanjutnya diceritakan tentang kisah pemuda itu yang durhaka kepada ibunya dan keinginan Rosululloh untuk membakarnya yang akhirnya ibunya meridlonya dan diapun bisa mengucapkan syahadat lalu meninggal dunia, dan akhirnya Rosululloh bersabda : Segala puji bagi Alloh yang menyelamatkannya dari api neraka.”</p>
<p><strong>Derajat kisah :</strong></p>
<p><strong>Kisah ini lemah sekali</strong></p>
<p>Sisi kelemahannya adalah bahwa kisah ini diriwayatkan hanya dari jalur <strong>Abul Warqo’ Fa’id bin Abdur Rohman</strong> dan dia adalah seorang yang ditinggalkan haditsnya dan seorang yang tertuduh berdusta.</p>
<p>Berkata <strong>Ibnu Hibban</strong> : Dia termasuk orang yang meriwayatkan hadits-hadits munkar dari orang-orang yang terkenal, dia meriwayatkan dari <strong>Ibnu Abi Aufa</strong> dengan hadits-hadits yang mu’dhol, tidak boleh berhujjah dengannya.</p>
<p>Berkata <strong>Imam Bukhori</strong> : Dia meriwayatkan dari <strong>Ibnu Abi Aufa</strong> dan dia seorang yang munkar hadits.</p>
<p>Berkata <strong>Ibnu Hajar</strong> : Dia orang yang lemah, tidak tsiqoh dan ditinggalkan haditsnya dengan kesepakatan para ulama’.</p>
<p>Oleh karena itu para ulama’ melemahkan hadits ini, diantaranya :</p>
<ul>
<li><strong>Imam Ahmad</strong> dalam musnad beliau</li>
<li><strong>Al Uqoili</strong> dalam Adl Dlu’afa al kabir 3/461</li>
<li><strong>Al Baihaqi</strong> dalam Syu’abul Iman 6/198</li>
<li><strong>Ibnul Jauzi</strong> dalam Al Maudlu’at 3/87</li>
<li><strong>Al Mundziri</strong> dalam At Targhib wat Tarhib 3/222.<br />
Karena beliau meriwayatkan kisah ini dengan lafadz : (روي diriwayatkan). Sedangkan beliau mengatakan dalam muqoddimah kitab tersebut : Apabila dalam sanad sebuah hadits terdapat seorang pendusta, pemalsu hadits, tertuduh berdusta, disepakati untuk ditinggalkan haditsnya, lenyap haditsnya, lemah sekali, lemah atau saya tidak menemukan  penguat yang memungkinkan untuk mengangkat derajat haditsnya menjadi hasan, maka saya mulai dengan lafadz (روي diriwayatkan). Dan saya tidak menyebutkan siapa perowinya juga tidak saya sebutkan sisi cacatnya sama sekali. Dari sini maka sebuah sanad yang lemah bisa diketahui dengan dua tanda, pertama : dimulai dengan lafadz (روي diriwayatkan),  dan tidak ada keterangan sama sekali setelahnya.”</li>
<li><strong>Adz Dzahabi</strong> dalam tartibul Maudhu’at no : 874</li>
<li><strong>Al Haitsami</strong> dalam Majma’uz Zawa’id 8/148</li>
<li><strong>Ibnu ‘Aroq</strong> dalam Tanzihusy Syari’ah 2/296</li>
<li><strong>Asy Syaukani</strong> dalam Al Fawa’id Al Majmu’ah</li>
<li><strong>Al Albani</strong> dalam Dlo’if Targhib</li>
</ul>
<h3>Ganti yang shohih</h3>
<p>Setelah diketahui kelemahan hadits ini, maka tidak boleh bagi siapapun untuk menyebutkan kisah ini saat membahas tentang kewajiban berbakti kepada kedua orang tua dan larangan durhaka kepadanya. Namun perlu diketahui bahwa <strong>berbakti kepada kedua orang tua adalah sebuah kewajiban sya’ri dan durhaka adalah sebuah keharaman yang nyata</strong>. Banyak ayat dan hadits yang menyebutkan hal ini, diantaranya:</p>
<p>Firman Alloh Ta’ala :</p>
<blockquote>
<h2 style="text-align: center;">وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا</h2>
<p style="text-align: center;">(QS. Al Isro’ : 23)</p>
</blockquote>
<blockquote>
<h2 style="text-align: center;">عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال جاء رجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال جئت أبايعك على الهجرة وتركت أبوي يبكيان فقال<br />
ارجع إليهما فأضحكهما كما أبكيتهما</h2>
<p style="text-align: center;">Dari Abdulloh bin Amr bekata : Ada seseorang yang datang kepada Rosululloh seraya berkata : Saya datang demi berbaiat kepadamu untuk berhijroh, namun saya meninggalkan kedua orang tuaku menangis.” Maka Rosululloh bersabda : &#8220;Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau membuat keduanya menangis.”</p>
<p style="text-align: center;">(HR. Abu Dawud dengan sanad shohih, Lihat Shohih Targhib : 2481)</p>
</blockquote>
<blockquote>
<h2 style="text-align: center;">عن ابن عمر رضي الله عنهما قال كان تحتي امرأة أحبها وكان عمر يكرهها فقال لي طلقها فأبيت فأتى عمر رسول الله صلى الله عليه وسلم فذكر ذلك له فقال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم طلقها</h2>
<p style="text-align: center;">Dari Abdulloh bin Umar berkata : saya mempunyai seorang istri yang saya cintai, namu Umar membencinya, dan dia mengatakan kepadaku : Ceraikan dia.” Sayapun enggan untuk mencerakannya. Maka Umar datang kepada Rosululloh lalu menyebutkan kejadian itu, maka Rosululloh berkata kepadaku : Ceraikanlah dia.”</p>
<p style="text-align: center;">(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dan beliau menshohikannya. Berkata Tirmidzi : Hadits ini hasan shohih)</p>
</blockquote>
<blockquote>
<h2 style="text-align: center;">عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال الكبائر الإشراك بالله وعقوق الوالدين وقتل النفس واليمين الغموس</h2>
<p style="text-align: center;">Dari Abdulloh bin Amr bin Ash dari Rosululloh bersabda : &#8220;Dosa-dosa besar adalah berbuat syiik kepada Alloh, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa serta sumpah palsu.”/p&gt;</p>
<p style="text-align: center;">(HR. Bukhori)</p>
</blockquote>
<p>Dan untuk mengetahui banyak hadis tentang pahala berbuat bakti pada kedua orang tua dan ancaman bagi yang durhaka kepada keduanya, lihatlah shohih targhib wat Tarhib oleh <strong>Syaikh Al Albani</strong> pada bab ini. Wallohu a’lam</p>
<p>____________________________________________</p>
<p>(1) Takhrij ini saya sarikan dari risalah Qoshoshun La Tatsbut oleh <strong>Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman</strong> 3/19 dan setelahnya.</p>
<div style="margin:0px 0px 0px 0px" id="linksalpha_tag_496295046" class="linksalpha-email-button" data-url="http://ahmadsabiq.com/2009/12/28/kisah-lemah-tentang-alqomah/" data-text="Kisah Shahabat Nabi yang Durhaka Kepada Ibunya" data-desc="Al kisah : Konon dikisahkan bahwa pada zaman Rosululloh ada seorang pemuda yang bernama Alqomah. Dia seorang pemuda yang giat beribadah, rajin sholat, banyak puasa dan suka bershodaqoh. Suatu ketika dia sakit keras, maka istrinya mengirim utusan kepada Rosululloh untuk memberitahukan kepada beliau" data-image="http://ahmadsabiq.com/wp-content/uploads/2009/12/Ø¹ÙÙÙ.jpg" data-site="Ahmad Sabiq Abu Yusuf"></div><script type="text/javascript" src="http://www.linksalpha.com/social/loader?tag_id=linksalpha_tag_496295046&link=http%3A%2F%2Fahmadsabiq.com%2F2009%2F12%2F28%2Fkisah-lemah-tentang-alqomah%2F&halign=center&v=1&twitterw=55&googleplus=1&twitter=1&linkedin=1&stumbleupon=1&pinterest=1&identica=1&yammer=1&gmail=1&yahoomail=1&hotmail=1&aolmail=1&mailru=1&email=1&print=1&delicious=1&diigo=1&posterous=1&myspace=1&evernote=1&instapaper=1&readitlater=1&msn=1&livejournal=1&sonico=1&netlog=1&hyves=1&xing=1&vkontakte=1&weibo=1&button=googleplus%2Ctwitter%2Clinkedin%2Cstumbleupon%2Cpinterest&gpluslang=en-US&fbsendlang=en_US&twitterlang=en&xinglang=de"></script><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/10/29/muqaddimah-rubrik-kisah-kisah-tak-nyata/' rel='bookmark' title='Bedah Kisah-Kisah Tidak Nyata yang Tersebar di Masyarakat!'>Bedah Kisah-Kisah Tidak Nyata yang Tersebar di Masyarakat!</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/11/04/kritik-kisah-kholid-al-qosri/' rel='bookmark' title='Studi Kritis Kisah Gubernur Iraq Era Bani Umayyah yang Menyembelih Tokoh Ahli Bid&#8217;ah, Ja&#8217;ad bin Dirham'>Studi Kritis Kisah Gubernur Iraq Era Bani Umayyah yang Menyembelih Tokoh Ahli Bid&#8217;ah, Ja&#8217;ad bin Dirham</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2010/04/15/kisah-masuk-islamnya-ikrimah-bin-abu-jahl/' rel='bookmark' title='Kisah Masuk Islamnya Ikrimah bin Abu Jahl'>Kisah Masuk Islamnya Ikrimah bin Abu Jahl</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/15/kritik-kisah-hijrah/' rel='bookmark' title='Sepenggal Kisah Lemah Seputar Perjalanan Hijroh Rosululloh ke Kota Madinah'>Sepenggal Kisah Lemah Seputar Perjalanan Hijroh Rosululloh ke Kota Madinah</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/15/kritik-kisah-tsalabah/' rel='bookmark' title='Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat'>Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsabiq.com/2009/12/28/kisah-lemah-tentang-alqomah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Studi Kritis Kisah Gubernur Iraq Era Bani Umayyah yang Menyembelih Tokoh Ahli Bid&#8217;ah, Ja&#8217;ad bin Dirham</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2009/11/04/kritik-kisah-kholid-al-qosri/</link>
		<comments>http://ahmadsabiq.com/2009/11/04/kritik-kisah-kholid-al-qosri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 14:45:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Ja'ad bin Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Kholid Al-Qosri]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Takhrij]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Kholid Al Qosri Menyembelih Ja’d bin Dirham? A. Muqoddimah Siapakah Ja’d bin Dirham ? Dia adalah gembong ahli bid’ah, Dialah yang pertama kali menyatakan bahwa al Qur’an bukan kalamulloh namun makhluk, Dia pencetus bid’ah ta’thil, Dia menyatakan bahwa Alloh tidak punya tangan, tidak berbicara kepada nabi Musa, tidak menjadikan nabi Ibrohim sebagai kholil (kekasih) serta [...]
Related posts:<ol>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/10/29/muqaddimah-rubrik-kisah-kisah-tak-nyata/' rel='bookmark' title='Bedah Kisah-Kisah Tidak Nyata yang Tersebar di Masyarakat!'>Bedah Kisah-Kisah Tidak Nyata yang Tersebar di Masyarakat!</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/28/kisah-lemah-tentang-alqomah/' rel='bookmark' title='Kisah Shahabat Nabi yang Durhaka Kepada Ibunya'>Kisah Shahabat Nabi yang Durhaka Kepada Ibunya</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/15/kritik-kisah-hijrah/' rel='bookmark' title='Sepenggal Kisah Lemah Seputar Perjalanan Hijroh Rosululloh ke Kota Madinah'>Sepenggal Kisah Lemah Seputar Perjalanan Hijroh Rosululloh ke Kota Madinah</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2010/04/15/kisah-masuk-islamnya-ikrimah-bin-abu-jahl/' rel='bookmark' title='Kisah Masuk Islamnya Ikrimah bin Abu Jahl'>Kisah Masuk Islamnya Ikrimah bin Abu Jahl</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/15/kritik-kisah-tsalabah/' rel='bookmark' title='Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat'>Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="margin:5px 0px 5px 0px" id="linksalpha_tag_599936260" class="linksalpha-email-button" data-url="http://ahmadsabiq.com/2009/11/04/kritik-kisah-kholid-al-qosri/" data-text="Studi Kritis Kisah Gubernur Iraq Era Bani Umayyah yang Menyembelih Tokoh Ahli Bid'ah, Ja'ad bin Dirham" data-desc="Kholid Al Qosri Menyembelih Ja’d bin Dirham? A. Muqoddimah Siapakah Ja’d bin Dirham ? Dia adalah gembong ahli bid’ah, Dialah yang pertama kali menyatakan bahwa al Qur’an bukan kalamulloh namun makhluk, Dia pencetus bid’ah ta’thil, Dia menyatakan bahwa Alloh tidak punya tangan, tidak" data-image="http://ahmadsabiq.com/wp-content/uploads/2009/11/gantung.jpg" data-site="Ahmad Sabiq Abu Yusuf"></div><script type="text/javascript" src="http://www.linksalpha.com/social/loader?tag_id=linksalpha_tag_599936260&link=http%3A%2F%2Fahmadsabiq.com%2F2009%2F11%2F04%2Fkritik-kisah-kholid-al-qosri%2F&halign=center&fblikeverb=like&fblikeref=linksalpha&fblikefont=arial&v=1&twitterw=110&facebookw=90&googleplus=1&facebook=1&twitter=1&linkedin=1&identica=1&yammer=1&gmail=1&yahoomail=1&hotmail=1&aolmail=1&mailru=1&email=1&print=1&delicious=1&diigo=1&posterous=1&myspace=1&evernote=1&instapaper=1&readitlater=1&msn=1&livejournal=1&sonico=1&netlog=1&hyves=1&xing=1&vkontakte=1&weibo=1&button=googleplus%2Cfacebook%2Ctwitter%2Clinkedin&gpluslang=en-US&twitterlang=en&xinglang=de&fblikelang=en_US&googleplusctr=1&facebookctr=1&twitterctr=1&linkedinctr=1"></script><p style="text-align: center;"><strong>Kholid Al Qosri Menyembelih Ja’d bin Dirham?</strong></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-56" title="..." src="http://ahmadsabiq.com/wp-content/uploads/2009/11/gantung.jpg" alt="..." width="124" height="95" /></p>
<p><strong>A. Muqoddimah</strong></p>
<p><strong>Siapakah Ja’d bin Dirham ?</strong></p>
<blockquote>
<ul>
<li>Dia adalah <strong>gembong ahli bid’ah</strong>,</li>
<li>Dialah yang pertama kali menyatakan bahwa <strong>al Qur’an bukan kalamulloh namun makhluk</strong>,</li>
<li>Dia pencetus bid’ah ta’thil,<span id="more-55"></span></li>
<li>Dia menyatakan bahwa Alloh tidak punya tangan, tidak berbicara kepada nabi Musa, tidak menjadikan nabi Ibrohim sebagai kholil (kekasih) serta penafian sifat Alloh lainnya.</li>
<li>Dia adalah <strong>guru Jahm bin Shofwan</strong>, yang kepadanyalah di nisbahkan sebuah kelompok sesat menyesatkan Jahmiyyah.</li>
</ul>
</blockquote>
<p style="text-align: center;">(tentang kehidupan dia selengkapnya bisa dilihat pada <em><strong>Bidayah wan Nihayah</strong></em> 10/19 , <em><strong>MIzanul I’tidal</strong></em> 1/399 <em><strong>Lisanul Mizan</strong></em> 2/105 dan lainnya)</p>
<p><strong>B. Al Kisah</strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>Kholid bin Abdulloh al Qosri</strong> (beliau adalah seorang gubernur Iraq pada masa pemerintahan Bani Umayyah) pada saat hari raya idul adhha selesai sholat berkhotbah dihadapan kaum muslimin seraya mengatakan : “ Wahai sekalian manusia, pulanglah kalian lalu sembelihlah binatang qurban, semoga Alloh menerima ibadah kurban kami dan kalian. Saya akan menyembelih Ja’d bin Dirham, karena dia mengatakan bahwa Alloh tidak mengambil nabi Ibrohim sebagai kholil dan tidak berbicara kepada nabi Musa. Maha tinggi Alloh atas apa yang dikatakan oleh JA’d bin Dirham ini.” Lalu beliau turun dan menyembelih Ja’d bin Dirham.”</p>
</blockquote>
<p><strong>C. Takhrij kisah <a href="#_ftn1">1</a></strong></p>
<p>Kisah ini diriwayatkan oleh:</p>
<ol>
<li><strong>Imam Bukhori</strong> dalam Tarikh Kabir no : 142, 542, dan Kholq af’alil ibad no : 3,</li>
<li><strong>Ibnu Abi HAtim</strong> dalam As Sunnah sebagaimana yang terdapat dalam Bidayah wan Nihayah 10/21,</li>
<li><strong>Ad Darimi</strong> dalam Ar Rod alal Jahmiyyah no : 13, 388, dan Ar Rod alal  bisyr al Marisi al Anid : 118,</li>
<li><strong>Al Ajurri</strong> dalam Asy Syari’ah : 97, 328,</li>
<li><strong>Al LAlika’I</strong> dalam Syarh ushulil I’tiqod no : 512,</li>
<li><strong>Baihaqi</strong> dalam sunan al KUbro 10/205,</li>
<li><strong>Ibnu Asakir</strong> dalam tarikh Dimasyq,</li>
<li><strong>Al Mizzi</strong> dalam tahdzibul Kamal 8/118,</li>
<li><strong>adz Dzahabi</strong> dalam Al uluw 99,100.</li>
</ol>
<ul>
<li><strong>Semuanya</strong> dari jalur <strong>Qosim bin Muhammad</strong> dari <strong>Abdur Rohman bin Muhammad bin HAbib</strong> dari bapaknya dari kakeknya <strong>HABib bin abi HAbib</strong>, dia berkata : Kholid bin Abdulloh al Qosri berkhutbah dihadaan kami di daerah WAsith pada hari raya idul adhha, dan dia berkata : …(lalu beliau menyebutkan kisah diatas).”</li>
</ul>
<p><strong>.<br />
</strong></p>
<p><strong>D. Kemasyhuran kisah ini</strong></p>
<ul>
<li>Kisah ini sering berulang-ulang disebutkan dalam berbagai kitab tauhid, kisah ini selalu muncul dikebanyakan kitab yang menyebutkan tentang aqidah ulama’ salaf tentang kalamulloh. Dan yang mengisyaratakan atas kemasyhurannya adalah Imam Ibnu KAtsir dalam bidayah wan Nihayah 10/21. beliau berkata : “Kisah ini diriwayatkan oleh ….. dan banyak lagi dari kalangan ulama’ yang menulis kitab aqidah.”</li>
</ul>
<ul>
<li>Adz Dzahabi saat menyebutkan biografi ja’d bin dirham ini dalam mizan I’tidal 1/399 begitu pula dengan Ibnu HAJar dalam lisan mizan 2/10 berkata : “Dia termasuk tabi’in, seorang ahli bid’ah sesat, dia mengatakan bahwa Alloh tidak menjadikan Ibrohim sebagai kholil juga tidak berbicara kepada MuSa.dia dibunuh di Iraq pada hari raya idul adhha. Dan kisahnya sangat mayhur.”</li>
</ul>
<p>.</p>
<p><strong>E. Sisi kelemahan kisah ini</strong></p>
<ul>
<li>Syaikh masyhur berkata : “sanad kisah ini lemah, bukan hanya satu rowi yang dipermasalahkan. Kisah ini berkisar pada jalur Qosim bin Muhammad, sedangkan dia seorang rowi yang dipermasalahkan, sedangkan Abdur Rohman dan bapaknya tidak dikenal.</li>
</ul>
<ul>
<li>Imam Adz DZahabi dalam MIzan  3/387 berkata : “Qosim bin Muhammad bin HUmaid al MA’mari perowi kisah disembelinya ja’d bin Dirham, dia di tsiqohkan oleh Qutaibah. Namun YAhya bin MA’in berkata tentang dia :  Pendusta yang keji.</li>
<li>BErkata ad DArimi : dia bukan seperti yang dikatakan oleh YAhya (bin MA’in) saya pernah bertemu dengannya di Baghdad.</li>
</ul>
<ul>
<li>Adz DZahabi berkata: “Saya mengira bahwa dia hanya meriwayatkan kisah tentang ja’d ini saja. Dia diriwayatkan oleh Abkr al A’yun, hasan bin Shobbah, dan qutaibah. Wafat tahun 228 H)</li>
</ul>
<ul>
<li>Imam Al LAlika’I membela qosim ini, seakan-akan beliau merasa bahwa dia bukanlah seorang yang dikenal riwayatnya. Beliau berkata : “Qosim bin Abu Sufyan ini adalah Qosim bin Muhammad bin HUmaid al MA’mari. Qutaibah bin sa’id meriwayatkan kisah ini dan mentsiqohkannya. Abbas bin Abu Tholib dan Hasan bin Shobbah juga meriwayatkan kisah ini darinya, dan dalam ceritanya hasan  dan Abbas bahwa kholid Al Qosri berkhutbah di daerah wasith.”</li>
</ul>
<ul>
<li>Syaikh MAsyhur berkata : “Anggaplah kisah ini selamat dari qosim ini, maka dia tidak selamat dari perowi setelahnya, karena dalam riwayat ini juga ada Abdur Rohman bin Muhammad dan bapaknya, dan keduanya tidak dikenal</li>
</ul>
<ul>
<li>Imam Adz DZahabi dalam mizan 3/299 berkata tentang Abdur Rohman ini : Dia tidak dikenal.”</li>
</ul>
<ul>
<li>Ibnu HAJar mengatakan bahwa dia maqbul (bisa diterima). Maksudnya apabila ada yang menguatkannya, namun jika tidak maka dia itu lemah. Sedangkan bapaknya yaitu Muhammad bin HAbib adalah seorang yang majhul (tidak dikenal). Sebagaimana yang dikatakan oleh Adz DZahabi dalam Mizan 4/428 dan Ibnu Hajar dalam taqrib tahdzib 473</li>
</ul>
<ul>
<li>Imam ibnu Abi HAtim berkata dalam jarh wat ta’dil no : 1246 berkata : saya menanyakan tentang dia pada bapakku : maka beliau menjawab : “Saya tidak mengenalnya.”</li>
</ul>
<ul>
<li>Imam Ibnu Hibban dalam Ats Tsiqot 9/55 dan al Mizzi dalam TAhdzibul KAmal mengisyaratkan bahwa hanya dia yang meriwayatkan kisah ini.</li>
</ul>
<p><strong>F. Jalan lain kisah ini</strong></p>
<ul>
<li>Imam Adz DZahabi dalamal Uluw no : 100 berkata : “Saya membaca dalam kitab Ar Rod alal JAhmiyyah oleh Abdur Rohman bin Abu HAtim ar Rozi : “Telah menceritakan keada kami ISa bin Abu Imron Ar Romli , telah menceriakan kepada kami Ayyub bin Suwaid dari sirri bin YAhya berkata : “Kholid Al Qosri berkhutbah dihadaan kami seraya berkata : “Pulanglah kalian untuk menyembelih binatang kurban kalian, semoga Alloh menerima kurban kalian, karena saya akan menyembelih ja’d bin Dirham.” Lalu beliau menyebutkan kisah diatas.”</li>
</ul>
<p><strong>Syaikh MAsyhur</strong> berkata : “Kisah ini <strong>sangat lemah sekali</strong>. Dia memiliki <strong>dua cacat</strong> :</p>
<ul>
<li>Pertama : Isa bin Abu Imrom Adz DZahabi.</li>
</ul>
<blockquote><p>Ibnu ABi HAtim dalam Al JArh wat ta’dil berkata : saya pernah menulis darinya di Romlah, lalu bapakku melihat haditsnya lalu beliau berkata : “HAditsnya menunjukkan bahwa dia bukan orang yang jujur.” Maka sayapun meninggalkan meriwayatkan darinya.”</p></blockquote>
<ul>
<li>Kedua : Ayyub bin suwaid</li>
</ul>
<blockquote><p>Dia seorang yang <strong>jujur</strong> namun <strong>banyak salah</strong> sebagaimana yang dikatakan oleh Al HAfidz ibnu HAjar dalam Taqrib Tahdzib.</p></blockquote>
<blockquote><p>Bahkan <strong>sebagian</strong> para <strong>ulama</strong> menuduhnya <strong>berdusta</strong>. Abdulloh bin MUbarok berkata : Tuduhlah dia berdusta.<strong> Imam Bukhori</strong> berkata : para ulama’ mempermasalahkannya . <strong>Ibnu MA’in</strong> berkata : Dia tidak ada apa-apanya.</p></blockquote>
<p><strong>Syakh masyhur</strong> berkata, &#8220;Dan di antara yang <strong>semakin menunjukkan atas kelemahan</strong> kisah ini adalah:</p>
<ul>
<li>Pertama : Sanad kisah ini berkisar pada para perowi yang lemah dan tidak dikenal,  berarti kisah ini <strong>tidaklah shohih menurut standart para ulama’ jarh dan ta’dil</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>Kedua : <strong>Biografi</strong> Kholid bin Abdulloh al Qosri <strong>penuh dengan kegelapan</strong>. Ada prediksi kuat bahwa dia seorang yang dholim. Oleh karena itu Adz DZahabi dalam siyar 5/432 setelah menyebutkan kisah ini  mengatakan : “Ini adalah diantara kebaikannya.”</li>
</ul>
<ul>
<li>Ketiga : bukan merupakan kepentingan orang-orang semacam kholid al Qosri  saat itu untuk melakukan hal ini, yang mana ini <strong>tidaklah dilakukan kecuali oleh orang yang meyakini aqidah yang benar</strong>. Sedangkan para kholifah dan gubernur pada zaman Bani umayyah saat itu jauh sekali untuk sampai membunuh  dengan sebab semacam ini. Oleh karena itu sebagian  pengamat mengatakan bahwa pembunuhan ja’d ini hanyalah karena <strong>sebab politik</strong> bukan sebab kesesatan aqidahnya</li>
</ul>
<ul>
<li>Keempat :<span style="color: #ff0000;"> </span><strong><span style="color: #ff0000;">yang penting</span> bagi kita disini adalah menetapkan bahwa kisah ini dengan sebab tersebut <span style="color: #ff0000;">tidak sampai kepada kita dengan sanad yang bersih.</span></strong></li>
</ul>
<p><em>Wallohu a’lam</em></p>
<p><a href="http://ahmadsabiq.com"><strong>www.ahmadsabiq.com</strong></a></p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">1</a> Bab takhrij, kemasyhuran dan sisi kelemahan kisah  diterjemahkan dari Qoshoshun la tatsbut oleh Syaikh MAsyhur bin HAsan Alu Salman dengan sedikit ringkasan dan perubahan</p>
<div style="margin:0px 0px 0px 0px" id="linksalpha_tag_2033102233" class="linksalpha-email-button" data-url="http://ahmadsabiq.com/2009/11/04/kritik-kisah-kholid-al-qosri/" data-text="Studi Kritis Kisah Gubernur Iraq Era Bani Umayyah yang Menyembelih Tokoh Ahli Bid'ah, Ja'ad bin Dirham" data-desc="Kholid Al Qosri Menyembelih Ja’d bin Dirham? A. Muqoddimah Siapakah Ja’d bin Dirham ? Dia adalah gembong ahli bid’ah, Dialah yang pertama kali menyatakan bahwa al Qur’an bukan kalamulloh namun makhluk, Dia pencetus bid’ah ta’thil, Dia menyatakan bahwa Alloh tidak punya tangan, tidak" data-image="http://ahmadsabiq.com/wp-content/uploads/2009/11/gantung.jpg" data-site="Ahmad Sabiq Abu Yusuf"></div><script type="text/javascript" src="http://www.linksalpha.com/social/loader?tag_id=linksalpha_tag_2033102233&link=http%3A%2F%2Fahmadsabiq.com%2F2009%2F11%2F04%2Fkritik-kisah-kholid-al-qosri%2F&halign=center&v=1&twitterw=55&googleplus=1&twitter=1&linkedin=1&stumbleupon=1&pinterest=1&identica=1&yammer=1&gmail=1&yahoomail=1&hotmail=1&aolmail=1&mailru=1&email=1&print=1&delicious=1&diigo=1&posterous=1&myspace=1&evernote=1&instapaper=1&readitlater=1&msn=1&livejournal=1&sonico=1&netlog=1&hyves=1&xing=1&vkontakte=1&weibo=1&button=googleplus%2Ctwitter%2Clinkedin%2Cstumbleupon%2Cpinterest&gpluslang=en-US&fbsendlang=en_US&twitterlang=en&xinglang=de"></script><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/10/29/muqaddimah-rubrik-kisah-kisah-tak-nyata/' rel='bookmark' title='Bedah Kisah-Kisah Tidak Nyata yang Tersebar di Masyarakat!'>Bedah Kisah-Kisah Tidak Nyata yang Tersebar di Masyarakat!</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/28/kisah-lemah-tentang-alqomah/' rel='bookmark' title='Kisah Shahabat Nabi yang Durhaka Kepada Ibunya'>Kisah Shahabat Nabi yang Durhaka Kepada Ibunya</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/15/kritik-kisah-hijrah/' rel='bookmark' title='Sepenggal Kisah Lemah Seputar Perjalanan Hijroh Rosululloh ke Kota Madinah'>Sepenggal Kisah Lemah Seputar Perjalanan Hijroh Rosululloh ke Kota Madinah</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2010/04/15/kisah-masuk-islamnya-ikrimah-bin-abu-jahl/' rel='bookmark' title='Kisah Masuk Islamnya Ikrimah bin Abu Jahl'>Kisah Masuk Islamnya Ikrimah bin Abu Jahl</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/15/kritik-kisah-tsalabah/' rel='bookmark' title='Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat'>Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsabiq.com/2009/11/04/kritik-kisah-kholid-al-qosri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bedah Kisah-Kisah Tidak Nyata yang Tersebar di Masyarakat!</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2009/10/29/muqaddimah-rubrik-kisah-kisah-tak-nyata/</link>
		<comments>http://ahmadsabiq.com/2009/10/29/muqaddimah-rubrik-kisah-kisah-tak-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 12:30:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Fiktif]]></category>
		<category><![CDATA[Kedustaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Bagian I Muqaddimah disusun oleh: Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf I. PENGANTAR Insya Alloh, tidak terlalu berlebihan kalau saya katakan bahwa kisah mempunyai pengaruh yang sangat besar pada jiwa seseorang, mulai dari anak kecil sampaipun orang dewasa bahkan terkadang yang sudah lanjut usia. Kisah bisa mempengaruhi jiwa sehingga menjadi pemberani, jujur, berpikir optimis [...]
Related posts:<ol>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/11/04/kritik-kisah-kholid-al-qosri/' rel='bookmark' title='Studi Kritis Kisah Gubernur Iraq Era Bani Umayyah yang Menyembelih Tokoh Ahli Bid&#8217;ah, Ja&#8217;ad bin Dirham'>Studi Kritis Kisah Gubernur Iraq Era Bani Umayyah yang Menyembelih Tokoh Ahli Bid&#8217;ah, Ja&#8217;ad bin Dirham</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/28/kisah-lemah-tentang-alqomah/' rel='bookmark' title='Kisah Shahabat Nabi yang Durhaka Kepada Ibunya'>Kisah Shahabat Nabi yang Durhaka Kepada Ibunya</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/15/kritik-kisah-tsalabah/' rel='bookmark' title='Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat'>Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/15/kritik-kisah-hijrah/' rel='bookmark' title='Sepenggal Kisah Lemah Seputar Perjalanan Hijroh Rosululloh ke Kota Madinah'>Sepenggal Kisah Lemah Seputar Perjalanan Hijroh Rosululloh ke Kota Madinah</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2010/05/25/tidak-boleh-berbuat-sesuatu-yang-membahayakan/' rel='bookmark' title='Tidak Boleh Berbuat Sesuatu yang Membahayakan'>Tidak Boleh Berbuat Sesuatu yang Membahayakan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="margin:5px 0px 5px 0px" id="linksalpha_tag_653580922" class="linksalpha-email-button" data-url="http://ahmadsabiq.com/2009/10/29/muqaddimah-rubrik-kisah-kisah-tak-nyata/" data-text="Bedah Kisah-Kisah Tidak Nyata yang Tersebar di Masyarakat!" data-desc="Bagian I Muqaddimah disusun oleh: Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf I. PENGANTAR Insya Alloh, tidak terlalu berlebihan kalau saya katakan bahwa kisah mempunyai pengaruh yang sangat besar pada jiwa seseorang, mulai dari anak kecil sampaipun orang dewasa bahkan terkadang yang sudah lanjut usia." data-site="Ahmad Sabiq Abu Yusuf"></div><script type="text/javascript" src="http://www.linksalpha.com/social/loader?tag_id=linksalpha_tag_653580922&link=http%3A%2F%2Fahmadsabiq.com%2F2009%2F10%2F29%2Fmuqaddimah-rubrik-kisah-kisah-tak-nyata%2F&halign=center&fblikeverb=like&fblikeref=linksalpha&fblikefont=arial&v=1&twitterw=110&facebookw=90&googleplus=1&facebook=1&twitter=1&linkedin=1&identica=1&yammer=1&gmail=1&yahoomail=1&hotmail=1&aolmail=1&mailru=1&email=1&print=1&delicious=1&diigo=1&posterous=1&myspace=1&evernote=1&instapaper=1&readitlater=1&msn=1&livejournal=1&sonico=1&netlog=1&hyves=1&xing=1&vkontakte=1&weibo=1&button=googleplus%2Cfacebook%2Ctwitter%2Clinkedin&gpluslang=en-US&twitterlang=en&xinglang=de&fblikelang=en_US&googleplusctr=1&facebookctr=1&twitterctr=1&linkedinctr=1"></script><p style="text-align: center;"><strong>Bagian I</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Muqaddimah</strong></p>
<p style="text-align: center;">disusun oleh:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ahmadsabiq.com"><strong>Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf</strong></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: left;"><strong>I. PENGANTAR<br />
</strong></p>
<p>Insya Alloh, tidak terlalu berlebihan kalau saya katakan bahwa kisah mempunyai pengaruh yang sangat besar pada jiwa seseorang, mulai dari anak kecil sampaipun orang dewasa bahkan terkadang yang sudah lanjut usia.<br />
Kisah bisa mempengaruhi jiwa sehingga menjadi pemberani, jujur, berpikir optimis dan lainnya, namun disisi lainnya juga bisa mempengaruhinya sehingga menjadi penakut, cengeng, pemalu dan lainnya.<br />
Oleh karena itu Alloh dalam kitab suci Al Qur’an banyak sekali menyebutkan kisah umat terdahulu, baik kisah para nabi dan orang-orang sholih untuk dijadikan ibroh kebaikannya, juga kisah kaum yang dholim untuk dijadikan pelajaran akan akibat perbuatan dholimnya.</p>
<p><span id="more-4"></span><br />
Alloh Ta’ala berfirman :</p>
<p style="text-align: center;">لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ</p>
<p style="text-align: center;">“Sungguh dalam kisah-kisah mereka terdapat sebuah pelajaran bagi orang-orang yang berakal.”</p>
<p style="text-align: center;">(QS. Yusuf : 111)</p>
<p style="text-align: center;">فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ</p>
<p style="text-align: center;">“Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS. Al A’rof : 176)</p>
<p>begitu pula Rosululloh, beliau sering menceritakan banyak kisah yang terjadi pada ummat yang telah lampau, sebagaimana hal ini diketahui bersama oleh orang-orang yang menelaah sunnah beliau. Begitu pula dengan salafus sholeh dan para ulama’ ahlus sunnah setelahnya</p>
<p><strong>II. ANTARA KISAH SHAHIH DAN LEMAH</strong></p>
<p><strong> </strong>Namun tidak semua kisah yang berkembang dimasyarakat yang dinisbahkan kepada Rosululloh, juga para sahabat, para ulama’ serta lainnya itu benar-benar shohih berasal dari mereka, akan tetapi sebagiannya adalah kisah-kisah palsu, sebagiannya lagi lemah dan sebagiannya lagi ada yang inti kisahnya benar namun dibumbui dengan beberapa tambahan yang tidak ada asal usulnya. Padahal banyak sekali kisah-kisah yang tidak shohih tersebut membahwa pengaruh terhadap penyelewengan yang tidak ringan dalam masalah aqidah, ibadah, muamalah , akhlak serta lainnya.<br />
Dan bahaya ini semakin nampak tatkala itu adalah cerita yang dinisbahkan kepada Rosululloh, karena itu bisa merupakan sebuah kedustaan atas nama beliau, padahal beliau pernah bersabda :</p>
<p style="text-align: center;">َمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّار</p>
<p style="text-align: center;">“Barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja , maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka.”</p>
<p style="text-align: center;">(Hadits mutawatir)</p>
<p>dan seandainyapun kisah itu tidak sampai pada derajat kisah palsu, dan hanya sebuah cerita yang lemah sanadnya, namun menceritakannya pun merupakan sesuatu yang berbahaya dalam pandangan syar’i. Perhatikanlah apa yang dikatakan oleh <strong>Syaikh Al Albani </strong>:</p>
<blockquote><p>“Ketahuilah, bahwa yang melakukan perbuatan ini adalah salah satu diantara dua  kemungkinan :<br />
Pertama : Mungkin orang tersebut mengetahui kelemahan hadits-hadits (yang dalam hal ini adalah hadits Rosululloh yang berupa kisah –pent) tersebut lalu dia tidak menerangkan sisi kelemahannya, maka orang semacam ini menipu kaum muslimin. Dan dia jelas-jelas masuk dalam ancaman sabda Rosululloh :</p>
<p style="text-align: center;">مَنْ حَدَّثَ عَنِّي بِحَدِيثٍ يُرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِين<br />
َ<br />
“Barang siapa yang menceritakan dariku sebuah hadits yang dia sangka bahwa hadits itu dusta, maka dia adalah salah satu dari pendusta.”</p>
<p style="text-align: center;">(HR. Muslim dalam Muqoddimah shohih beliau)</p>
<p>Berkata<strong> Imam Ibnu Hibban</strong> dalam kitab Adl Dlu’afa’ : 1/7-8 :</p>
<p>“Hadits ini menunjukkan bahwa seorang ahli hadits kalau meriwayatkan sebuah hadits yang tidak shohh dari Rosululloh padahal dia mengetahuinya maka dia termasuk salah satu pendusta, padahal dhohirnya hadits tersebut menjelaskan perkara yang lebih besar lagi, dimana Rosululloh bersabda : “Barang siapa yang menceritakan dariku sebuah hadits yang dia sangka bahwa itu dusta ..” dan Rosululloh tidak bersabda : &#8220;Yang dia yakini bahwa itu dusta..” maka semua orang yang masih ragu-ragu pada apa yang dia riwayatkan apakah hadits itu shohih ataukah tidak maka dia termasuk dalam ancaman hadits tersebut.”</p>
<p>[Ucapan Imam Ibnu Hibban ini di nukil oleh Imam Ibnu Abdil Hadi dalam Ash Shorim Al Munki hal : 165-166 dan beliau menyepakatinya]</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong> Kedua</strong> : Atau mungkin orang tersebut tidak mengetahui kelemahan sebuah hadits yang diriwayatkannya. Dan kalau begitu, maka dia tetap berdosa juga, karena dia berani menisbahkan sebuah hadits kepada Rosululloh tanpa ilmu. Padahal Rosululloh bersabda :</p>
<p style="text-align: center;">عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ</p>
<p style="text-align: center;">Dari Hafsh bin Ashim bersabda : &#8220;Rosululloh bersabda : &#8220;Cukuplah seseorang itu dikatakan sebagai pendusta, kalau dia menceritakan semua yang dia dengar.”</p>
<p style="text-align: center;">(HR. Muslim : 5, Abu Dawud : 4992. Lihat ash Shohihah : 205)</p>
<p>Maka orang ini mendapatkan bagian dosa berdusta atas nama Rosululloh, karena Rosululloh menjelaskan bahwa orang yang menceritakan semua yang dia dengar akan terjerumus pada berdusta atas nama beliau. Dan dengan sebab inilah dia termasuk salah satu diantara dua pendusta, yang pertama adalah yang membuat kedustaan itu sendiri dan yang kedua adalah yang menyebarkannya.</p>
<p><strong><br />
Imam Ibnu Hibban</strong> berkata lagi 1/9 :</p>
<p>“Hadits ini merupakan ancaman bagi seseorang yang menceritakan semua yang dia dengar sampai dia mengetahui dengan pasti akan keshohihannya.”<br />
Imam Nawawi juga menegaskan bahwa orang yang tidak mengetahui keshohihan sebuah hadits maka tidak boleh untuk berhujjah dengannya tanpa meneliti terlebih dahulu jika dia sanggup melakukanya atau bertanya kepada para ulama’.”</p>
<p style="text-align: center;">(Lihat Tamamul Minnah ha : 32-34, dan lihat juga Silsilah adl Dlo’ifah 1/10-12)</p>
</blockquote>
<p><strong>III. PERHATIAN PARA ULAMA TERHADAP HADITS, KISAH LEMAH, DAN KISAH PALSU</strong><br />
Para ulama’ ahlus sunnah sangat memberikan perhatian untuk memperingatkan umat dari hadits dan kisah yang lemah dan palsu. Hal ini mereka lakukan agar ummat islam bisa menerima ajaran agama mereka sebagaimana yang benar-benar pernah disampaikan oleh Rosululloh, dan membersihkan semua tambahan dan polusi yang sebabkan oleh tersebarnya hadits dan kisah yang lemah dan palsu.<br />
Mereka berjuang sekuat tenaga untuk melawan hadits dan kisah lemah serta palsu ini dengan segenap kemampuan yang mereka miliki, diantara yang mereka lakukan adalah :<br />
<strong>1. Meneliti sanad hadits</strong></p>
<ul>
<li> Para sahabat Rosululloh adalah orang-orang terpercaya yang tidak pernah berbohong, bagaimana mungkin mereka berbohong padahal mereka adalah orang-orang yang dipilih oleh Alloh Ta’ala untuk menemani dan membantu Rosululloh dalam mengemban risalah dari Alloh ini ?</li>
</ul>
<ul>
<li> Oleh karena itu kalau salah seorang dari mereka meriwayatkan sebuah hadits dari Rosululloh maka mereka langsung mempercayainya, dan itu pulalah yang dilakukan oleh para tabi’in. Namun setelah muncul fitnah, dan kaum muslimin terpecah belah menjadi berbagai kelompok dan golongan, serta munculnya orang-orang yang berani berdusta atas nama Rosululloh, maka para ulama’ mulai meneliti hadits yang mereka dengar.</li>
</ul>
<ul>
<li> Berkata <strong>Imam Muhammad bin Sirin</strong> :</li>
</ul>
<blockquote><p>“Kami tidak pernah bertanya tentang sanad, namun tatkala muncul fitnah, maka kami mengatakan : “Sebutkan para perowi kalian.” Lalu dilihat kalau dia dari kalangan ahli sunnah maka haditsnya diterima, namun kalau dari ahli bid’ah maka haditsnya ditolak.”</p></blockquote>
<ul>
<li> Berkata <strong>Abdulloh bin Mubaro</strong>k :</li>
</ul>
<blockquote><p>“Sanad adalah bagian dari agama, seandainya tidak ada sanad niscaya semua orang akan bicara semaunya sendiri.”</p></blockquote>
<p>Perhatian pada sanad ini sangat dikedepankan oleh para ulama’ hadits dalam menerima sebuah riwayat, sehingga mereka tidak menerima kecuali yang benar-benar shohih dari Rosululloh. (Lihat As Sunnah Qoblat Tadwin oleh Muhammad Ajaj Al Khothib hal : 220-225)<br />
<strong>2. Melipatgandakan kesungguhan dalam mencari hadits Rosululloh</strong><br />
Termasuk kemurahan Alloh Ta’ala yang dicurahkan kepada ummat ini adalah Alloh memanjangkan umur sebagian para sahabat Rosululloh, agar mereka bisa menjadi nara sumber yang menunjukkan kepada kaum muslimin sunnah Rosul mereka, mereka bisa menjadi tempat bertanya dan minta fatwa. Namun karena para sahabat tidak berada disatu tempat akan tetapi mereka berpencar disegala penjuru negri, maka itu mengharuskan adanya perjalanan untuk mendapatkan hadits Rosululloh yang dibawa oleh mereka, akhirnya banyak sekali para penuntut ilmu dari kalangan sahabat, tabi’in dan orang-orang setelah mereka yang mengadakan perjalanan berbulan-bulan demi mendapatkan hadits Rosululloh.<br />
Ambil contoh apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam kitabul ilmi bahwa Jabir bin Abdillah melakukan perjalanan selama satu bulan penuh untuk mendapatkan satu buah hadits dari Abdulloh bin Unais.</p>
<ul>
<li> Berkata<strong> Sa’id bin Musayyib</strong> :</li>
</ul>
<blockquote><p>“Saya pernah berjalan berhari-hari demi mendapat satu buah hadits.” (Lihat Jami’ Bayanil Ilmi Wa fadllihi oleh Imam Ibnu Abdil Bar 1/113)</p></blockquote>
<ul>
<li>Berkata <strong>Imam Ibnu Hibban</strong> :</li>
</ul>
<blockquote><p>&#8220;Para ulama’ yang menjaga agamanya kaum muslimin dan memberi petunjuk mereka kepada jalan yang lurus, mereka adalah orang-orang yang lebih mengutamakan menempuh perjalanan melewati padang pasir nan luas daripada harus bersenang-senang dengan tetap tinggal dikampung halaman, semua itu demi mencari sunnah Rosululloh diberbagai penjuru negeri lalu mengumpulkannya dalam kitab dan buku, sampai-sampai salah satu dari mereka ada yang berjalan ribuan kilo meter demi mencari satu hadits, juga ada yang berjalan berhari hari demi mendapatkan sebuah hadits. Ini semua agar tidak ada diantara kaum penyesat yang bisa memasuki mereka, kalau ada yang melakukan itu, maka para ulama’ tersebut segera mengetahui dan membongkar kedoknya.”</p>
<p>(Lihat Al Majruhin oleh Imam Ibnu Hibban 1/27 dengan sedikit perubahan)</p></blockquote>
<p><strong>3. Studi kritis terhadap para perowi hadits</strong><br />
Para ulama’ hadits sangat perhatian untuk mengetahui para perowi hadits, karena dengan cara ini mereka bisa membedakan antara sebuah hadits yang shohih dan hasan dengan sebuah hadits yang lemah dan palsu, oleh karena itu mereka mempelajari biografi setiap perowi hadits, baik yang nampak maupun bukan, baik yang menyenangkan maupun mungkin yang menyakitkan.</p>
<blockquote><p>Pernah ada seseorang yang berkata kepada <strong>Imam Yahya bin Sa’id Al Qothon</strong> :“Tidakkah engkau takut bahwa orang-orang yang tidak engkau ambil haditsnya akan menjadi musuhmu pada hari kiamat kelak ? maka beliau menjawab : “Mereka menjadi musuhku itu jauh lebih baik daripada yang menjadi musuhku adalah Rosululloh, dimana besok beliau akan mengatakan : “Kenapa engkau tidak membersihkan haditsku dari para pendusta ?.” (Lihat Al Kifayah fi Ilmir Riwayah oleh al Khothib al Baghdadi hal : 44)</p></blockquote>
<blockquote><p>Juga pernah ada yang berkata kepada<strong> Imam Ahmad bin Hanbal</strong> : “Sangat berat bagiku untuk mengatakan : “ Si Fulan lemah, si fulan pendusta.” Maka Imam Ahmad berkata : “Jika engkau diam, dan sayapun diam, lalu dari mana orang akan bisa mengetahui mana hadits yang shohih dengan hadits yang lemah ?.” (Lihat Al Kifayah hal : 46)</p></blockquote>
<p>Para ulama’ telah mengerahkan segala kemampuan mereka untuk membedakan mana rowi yang lemah dengan yang terpercaya, mereka menulis banyak kitab, baik kitab yang besar maupun kecil.<br />
Diantara kitab-kitab tersebut adalah :</p>
<ul>
<li>Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini dalam Shohih Al Qoshosh An Nabawi</li>
<li> Al Kamal Fi Asma’ir Rijal oleh imam Abdul Ghoni Al Maqdisi</li>
<li>Tahdzibul Kamal oleh Imam Al Mizzi</li>
<li>Tahdzibut Tahdzib oleh al Hafidz Ibnu Hajar</li>
<li>Mizanul I’tidal oleh Imam Adz Dzahabi</li>
<li>Lisanul Mizan oleh Al Hafidl Ibnu Hajar</li>
<li>Siyar a’lamin Nubala’oleh Adz Dzahabi</li>
<li>Thobaqot al Kubro oleh Ibnu Sa’ad</li>
<li>Ats Tsiqot oleh Ibnu Hiban</li>
<li>Al Majruhin oleh Ibnu Hibban</li>
<li>Adl Dlu’afa’ wal Matrukin oleh Imam Ad Daruquthni</li>
<li>At Tarikh al Kabir oleh Imam Bukhori</li>
<li>Al Jarh wat Ta’dil oleh Ibnu Abi Hatim</li>
<li>Adl Dlu’afa’ al Kabir oleh al Uqoili</li>
<li>Al Kamil fidl Dlu’afa’ oleh Ibnu ‘Adi</li>
<li>dan masih banyak lagi kitab lainnya.</li>
</ul>
<p><strong>4. Menulis kitab yang mengumpulkan hadits lemah dan palsu</strong><br />
Para ulama’ sejak zaman dahulu sangat perhatian terhadap pengumpulan hadits-hadits lemah dan palsu dalam sebuah kitab. Tujuan mereka adalah agar kaum muslimin mengetahui bahwa hadits tersebut adalah lemah atau palsu, sehingga bisa menghindarinya.<br />
Diantara kitab-kitab tersebut adalah :</p>
<ul>
<li> Al Maudlu’at minal Ahadits Al Marfu’at oleh Imam Ibnul Jauzi</li>
<li>Al La’ali Al Mashnu’ah fil Ahaditsil Maudlu’ah oleh Imam As Suyuthi</li>
<li>Tanzihusy Syari’ah al Marfu’ah min Akhbar Asy Syani’ah Al Maudlu’ah oleh Syaikh Ibnu ‘Aroq Al Kanani</li>
<li>Al ‘Ilal Al Mutanahiyyah minal Ahaditsil Wahiyah oleh Imam Ibnul Jauzi</li>
<li>Al Fawa’id Al Majmu’ah fil Ahadits al Maudlu’ah oleh Imam Syaukani</li>
<li>Al Manarul Munif fish Shohih wadl Dlo’if oleh Imam Ibnul Qoyyim</li>
<li>Silsilah Ahadits Dlo’ifah wal Maudlu’ah oleh Imam Al Albani</li>
<li>Dan masih banyak kitab lainnya.</li>
</ul>
<p>Dan para ulama’ mu’ashirin banyak yang menuliskan mengenai kisah tak nyata ini dalam sebuah risalah tersendiri, di antaranya adalah :</p>
<ul>
<li>Syaikh Mayhur Hasan Salman dalam kitab beliau : Qoshoshun la tastbut</li>
<li>Syaikh Fauzi bin Abdur Rohman dalam Tabshirotu Ulil Ahlam min Qoshoshin fiha kalam</li>
<li>Syaikh Ali bin Ibrohim Al Hasyisy dalam silsilah “Tahdzirud Da’iyah min Al Qoshosh al Wahiyah” yang beliau tulis secara berurutan dalam majalah At Tauhid di Mesir</li>
<li>Syaikh Yusuf bin Muhammad Al Atiq dalam Qoshosh la Tastbut</li>
</ul>
<p>Dan sebagian ulama’ lainnya ada yang mengumpulkan kisah kisah yang shohih dari Rosululloh, sebagai ganti dari kisah-kisah lemah tersebut, diantaranya adalah :</p>
<ul>
<li> Syaikh Masyhur Hasan Salman dalam Qoshosh Tatsbut</li>
<li>Syaikh Sulaiman Al Asyqor dalam Shohih Al Qoshos an NAbawi</li>
</ul>
<p><strong>5. Meletakkan kaedah untuk mengetahui hadits yang shohih dengan yang lemah</strong><br />
Adanya ilmu mushtholah hadits yang di buat oleh para ulama’ untuk membikin sebuah kaedah untuk bisa dibedakan hadits yang shohih dengan yang lemah. Itu semuanya adalah bukti akan kesungguhan ulama’ islam dalam membela haditsnya Rosululloh.</p>
<p><strong>IV. KISAH TAK NYATA YANG DINISBATKAN KEPADA SELAIN RASULULLAH</strong><br />
Kalau itu bahaya kisah tak nyata yang dinisbahkan kepada Rosululloh,  demikian juga dengan kisah yang dinisbahkan kepada selain Rosululloh, baik itu kepada para sahabat, para ulama’, raja, panglima dan pemimpin kaum muslimin pun <strong>merupakan perkara yang membahayaka</strong>n. Diantara bahaya tersebut adalah :<br />
<strong>1. Berdusta atas nama seorang muslim.</strong><br />
Merupakan sesuatu yang dipahami bersama bahwa dusta terhadap sesama muslim  adalah dosa besar dan salah satu tanda kemunafikan.<br />
Rosululloh bersabda :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ</p>
<p style="text-align: center;">“Ada empat perkara yang apabila terdapat pada seseorang maka dia itu seorang munafiq yang murni, namun kalau cuma ada salah satunya saja maka berarti dia memiliki bagian dari kemunafikan sehingga dia mau meninggalkannya, yaitu apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji tidak menepati, apabila melakukan perjanjian maka dia berkhianat dan apabila bermusuhan maka dia berbuat melampaui batas.”</p>
<p style="text-align: center;">(HR. Bukhori : 38, Muslim : 58 dari Abdulloh bin ‘Amr bin Ash)</p>
</blockquote>
<p><strong>2. Merusak citra mereka</strong><br />
Hal ini sangat nampak pada sebagian cerita, yang insya Alloh akan kita bahas satu persatu, namun cukuplah sebagai sebuah contoh kecil, yaitu:</p>
<ul>
<li>Kisah <strong>Amirul Mu’minin Harun Ar Rosyid</strong>, yang digambarkan bahwa beliau adalah teman karib Abu Nawas (seorang penyair zindiq dan syairnya banyak bicara tentang wanita dan khomer, meskipun dikatakan bahwa dia bertaubat diakhir hayatnya), lalu banyak minum khomer, main wanita, dan lainnya.</li>
</ul>
<p><em>Wallohi</em> ini adalah sebuah kedustaan nyata, karena beliau adalah seorang raja muslim yang dekat dengan para ulama’ dan banyak memberikan perhatian kepada sunnah Rosululloh, meskipun kita tidak menafikan kesalahan-kesalahan beliau, namun <strong>kisah dengan Abu Nawas itu adalah kedustaan</strong>.<br />
<strong>3. Tersebarnya kisah tak nyata dikalangan kaum muslimin</strong><br />
Dan ini hal yang tidak bisa dipungkiri, sehingga akhirnya banyak kisah-kisah yang tidak shohih tersebut banyak dinukil diceramah-ceramah maupun dikitab, padahal semua itu hanyalah kedustaan belaka.<br />
Dan masih banyak bahaya lainnya</p>
<p><strong>VI. CONTOH KISAH TAK NYATA DI NEGERI KITA (INDONESIA)</strong><br />
Jangan kaget kalau saya katakan banyak banyak sekali kisah palsu yang tersebar di Indnesia dan negeri muslim lainnya, dan saya harap jangan ada seorangpun yang berpikir bahwa kisah palsu itu hanyalah dongeng yang banyak disebarkan di buku-buku dan majalah anak-anak atau di pelajaran sekolah dasar, sepertidongeng asal muasal Danau Toba, asal muasal Banyuwangi, cerita tentang kahyangan dengan bidadarinya yang bisa terbang dengan selendangnya dan lainnya, karena itu semua hanyalah dongeng kuno yang <strong>semua mengetahui bahwa itu hanyalah sebuah kedustaan</strong>.<br />
Namun, <strong>yang saya maksud</strong> adalah kisah yang banyak disampaikan oleh para<strong> ‘ustadz, kyai, penceramah’,</strong> di antaranya adalah :<br />
<strong>A. Kisah yang dinisbahkan kepada Rosululloh :</strong></p>
<ul>
<li> kisah tentang perjalanan Nur Muhammad, yang dikatakan pindah dari rahim wanita-wanita suci sampai kepada Abdulloh bapaknya Rosululloh yang kemudian berpindah kepada Aminah ibunda Rosululloh.</li>
<li>kisah seputar kelahiran Rosululloh yang dikatakan bahwa patung-patung tersungkur, yang banyak dibaca dan disampaikan saat peringatan maulid nabi</li>
<li>kisah seputar hijroh Rosululloh yang dikatakan bahwa saat beliau bersama Abu Bakr di gua Tsaur maka ada laba-laba yang membuat rumah dimulut gua, juga ada burung merpati yang juga membuat sarang serta bertelur dimulut gua, serta kisah bahwa saat berada dalam gua Abu Bakr tersengat ular.</li>
<li>Kisah sambutan dengan “<strong>Thola’al badru alaina</strong>&#8221; saat Rosululloh datang kekota Madinah dari Mekkah</li>
<li>Kisah demonstrasi unjuk kekuatan yang dilakukan oleh kaum muslimin saat masuk islamnya Umar bin Khothob</li>
<li>Dan masih banyak lainnya</li>
</ul>
<p><strong>B. Kisah yang dinisbahkan kepada para sahabat</strong></p>
<ul>
<li> Kisah seputar <strong>perang Jamal  dan Shiffin</strong></li>
<li>Kisah Tsa’labah yang tidak mau membayar zakat</li>
<li>Kisah Alqomah yang tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid saat sakarotul maut karena durhaka pada ibunya</li>
<li>Dan kisah lainnya</li>
</ul>
<p><strong>C. Kisah yang dinisbahkan kepada para raja dan panglima muslim</strong></p>
<ul>
<li>Kisah <strong>Harun Ar Rosyid</strong> dengan<strong> Abu Nawas</strong></li>
<li>Kisah seputar kehidupan<strong> Amirul Mu’minin Mu’awiyyah bin Abu Sufyan</strong></li>
<li>Kisah <strong>Thoriq bin Ziyad</strong> yang membakar perahu saat menyerang Andalus (Spanyol)</li>
<li>Kisah<strong> Sholahuddin al Ayyubi</strong> yang dikatakan bahwa beliau adalah yang pertama kali memperingati maulid nabi</li>
<li>Dan lainnya</li>
</ul>
<p><strong>D. Kisah yang dinisbahkan kepada para ulama’<br />
</strong></p>
<ul>
<li> Kisah <strong>Imam Ahmad bin Hambal</strong> dan <strong>Yahya bin Ma’in</strong> dengan seorang tukang cerita</li>
<li>Kisah <strong>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah</strong> di atas mimbar Masjid Jami’ Damaskus yang dikatakan bahwa beliau mengatakan : Alloh turun kelangit dunia seperti turunku dari atas mimbar ini.”</li>
<li>Kisah <strong>Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab</strong> yang dikatakan bahwa beliau mengkafirkan kaum muslimin serta kedustaan lainnya atas beliau</li>
<li>Kisah <strong>Al Hafizh Ibnu Hajar</strong>, yang diceritakan bahwa belau dulunya santri bodoh lalu bertemu dengan air yang menetes pada batu cadas dan mampu melobanginya, sehingga beliau disebut Ibnu Hajar yang artinya anak batu</li>
</ul>
<p><strong>E. Kisah-kisah seputar Indonesia</strong><br />
Dinegeri kita berkembang banyak cerita yang harus diberi sebuah tanda tanya besar akan keshohihannya, diantaranya adalah :</p>
<ul>
<li> Kisah <strong>Sunan Kalijaga</strong> yang katanya menunggu tongkat sunan Bonang dipinggir kali dalam waktu yang sangat lama sehingga tubuhnya ditumbuhi lumut air dan tumbuhan</li>
<li>Kisah <strong>Syaikh Siti Jenar</strong> yang katanya berasal dari cacing tanah merah</li>
<li>Kisah tentang sebab <strong>perang Pangeran Diponegoro</strong> dengan penjajah Belanda yang katanya hanya karena masalah tanah kuburan yang masuk dalam proyek jalan yang dibuat belanda</li>
<li>Dan banyak kisah lainnya.</li>
</ul>
<p><strong>VII. Tashfiyah dan Tarbiyah</strong><br />
Mudahan sadarnya kembali sebagian ummat islam terutama di kalangan generasi mudanya untuk belajar islam, dibarengi dengan semangat untuk mepelajar islam yang murni berasal dari Rosululloh, terbebas dari hitamnya semua yang mengotori kemurnian islam, termasuk diantaranya hadits-hadits dan kisah-kisah lemah serta palsu, yang banyak mebuat berbagai macam khurofat, bid’ah, kesalahan hukum dan lain sebagainya.<br />
Dan inilah yang selalu didengungkan oleh <strong>Imam Ahlus Sunnah</strong> dan mujaddid abad ini Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani dengan syi’ar <strong>“At Tashfiyah wat Tarbiyyah” At Tasfiyyah</strong> artinya membersihkan islam dan semua yang mengotori kesucianya dan dengan isam yang sudah di tashfiyah itulah kita mentarbiyyah (mendidik) ummat, ang dengan inilah insya Alloh kaum muslimin sekarang ini akan kembali meraih kejayaanya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ<br />
Dari Ibnu Umar berkata : &#8220;Saya mendengar Rosululloh bersabda : “Apabila kalian jual beli dengan cara ‘inah dan kalian memegang ekor sapi serta kalian ridlo dengan cocok tanam juga kalian tinggalkan jihad maka Alloh akan menimpakan kehinaan kepada kalian, Dia tidak akan menghilangkannya sehingga kalian kembali kepada agama kalian.”<br />
(HR. Abu Dawud dan lainnya dengan sanad shohih, lihat Ash Shohihah : 11)</p></blockquote>
<p>Alangkah benarnya apa yang dikatakan oleh <strong>Imam Malik</strong> :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">لا يصلح آخر هذه الأمة إلا بما صلح به أولها<br />
&#8220;Tidak akan baik akhir ummat ini kecuali dengan sesuatu yang membuat baik pada awalnya”</p></blockquote>
<p>Wallohu A’lam.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em><strong>&#8212;-bersambung&#8212;</strong></em></p>
</blockquote>
<p><a href="http://ahmadsabiq.com"><strong>www.ahmadsabiq.com</strong></a></p>
<div style="margin:0px 0px 0px 0px" id="linksalpha_tag_1962881498" class="linksalpha-email-button" data-url="http://ahmadsabiq.com/2009/10/29/muqaddimah-rubrik-kisah-kisah-tak-nyata/" data-text="Bedah Kisah-Kisah Tidak Nyata yang Tersebar di Masyarakat!" data-desc="Bagian I Muqaddimah disusun oleh: Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf I. PENGANTAR Insya Alloh, tidak terlalu berlebihan kalau saya katakan bahwa kisah mempunyai pengaruh yang sangat besar pada jiwa seseorang, mulai dari anak kecil sampaipun orang dewasa bahkan terkadang yang sudah lanjut usia." data-site="Ahmad Sabiq Abu Yusuf"></div><script type="text/javascript" src="http://www.linksalpha.com/social/loader?tag_id=linksalpha_tag_1962881498&link=http%3A%2F%2Fahmadsabiq.com%2F2009%2F10%2F29%2Fmuqaddimah-rubrik-kisah-kisah-tak-nyata%2F&halign=center&v=1&twitterw=55&googleplus=1&twitter=1&linkedin=1&stumbleupon=1&pinterest=1&identica=1&yammer=1&gmail=1&yahoomail=1&hotmail=1&aolmail=1&mailru=1&email=1&print=1&delicious=1&diigo=1&posterous=1&myspace=1&evernote=1&instapaper=1&readitlater=1&msn=1&livejournal=1&sonico=1&netlog=1&hyves=1&xing=1&vkontakte=1&weibo=1&button=googleplus%2Ctwitter%2Clinkedin%2Cstumbleupon%2Cpinterest&gpluslang=en-US&fbsendlang=en_US&twitterlang=en&xinglang=de"></script><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/11/04/kritik-kisah-kholid-al-qosri/' rel='bookmark' title='Studi Kritis Kisah Gubernur Iraq Era Bani Umayyah yang Menyembelih Tokoh Ahli Bid&#8217;ah, Ja&#8217;ad bin Dirham'>Studi Kritis Kisah Gubernur Iraq Era Bani Umayyah yang Menyembelih Tokoh Ahli Bid&#8217;ah, Ja&#8217;ad bin Dirham</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/28/kisah-lemah-tentang-alqomah/' rel='bookmark' title='Kisah Shahabat Nabi yang Durhaka Kepada Ibunya'>Kisah Shahabat Nabi yang Durhaka Kepada Ibunya</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/15/kritik-kisah-tsalabah/' rel='bookmark' title='Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat'>Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/15/kritik-kisah-hijrah/' rel='bookmark' title='Sepenggal Kisah Lemah Seputar Perjalanan Hijroh Rosululloh ke Kota Madinah'>Sepenggal Kisah Lemah Seputar Perjalanan Hijroh Rosululloh ke Kota Madinah</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2010/05/25/tidak-boleh-berbuat-sesuatu-yang-membahayakan/' rel='bookmark' title='Tidak Boleh Berbuat Sesuatu yang Membahayakan'>Tidak Boleh Berbuat Sesuatu yang Membahayakan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsabiq.com/2009/10/29/muqaddimah-rubrik-kisah-kisah-tak-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

