<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ahmad Sabiq Abu Yusuf &#187; Nasehat</title>
	<atom:link href="http://ahmadsabiq.com/category/nasehat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahmadsabiq.com</link>
	<description>Berupaya Menghidupkan Sunnah di Atas Jalan Nubuwwah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 02:16:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Kalau Mau Pacaran, yang “Islami” Saja !!!</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2009/11/02/pacaran-islami/</link>
		<comments>http://ahmadsabiq.com/2009/11/02/pacaran-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 15:34:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhtilath]]></category>
		<category><![CDATA[Maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Pacaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf Kata sebagian orang : “Sulit untuk menjelaskan sesuatu yang sudah jelas”. Istilah pacaran adalah sebuah istilah yang sudah sangat akrab ditelinga serta lengket dalam pandangan mata. Namun saya masih agak kesulitan untuk mendefinisikannya. Mudahan-mudahan tidak salah kalau saya katakan bahwa setiap kali istilah ini disebut maka yang terlintas [...]
Related posts:<ol>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/11/01/ikhtilath-dosa-besar-yang-mulai-diremehkan/' rel='bookmark' title='Ikhtilath: Kemaksiatan yang Mulai Diremehkan'>Ikhtilath: Kemaksiatan yang Mulai Diremehkan</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/10/29/wahai-para-suami-apakah-kau-kira-istrimu-lebih-baik-daripada-istri-istri-nabi/' rel='bookmark' title='Wahai Para Suami! Apakah Kau Kira Istrimu Lebih Baik daripada Istri-Istri Nabi?'>Wahai Para Suami! Apakah Kau Kira Istrimu Lebih Baik daripada Istri-Istri Nabi?</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2010/07/20/nikahi-anak-hasil-zina/' rel='bookmark' title='Menikah dengan Anak Wanita Hasil Zinanya'>Menikah dengan Anak Wanita Hasil Zinanya</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/10/29/juga-untukmu-wahai-para-istri/' rel='bookmark' title='Juga Untukmu Wahai Para Istri&#8230;'>Juga Untukmu Wahai Para Istri&#8230;</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/15/kritik-kisah-tsalabah/' rel='bookmark' title='Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat'>Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="margin:5px 0px 5px 0px" id="linksalpha_tag_2095983575" class="linksalpha-email-button" data-url="http://ahmadsabiq.com/2009/11/02/pacaran-islami/" data-text="Kalau Mau Pacaran, yang “Islami” Saja !!!" data-desc="Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf


Kata sebagian orang : “Sulit untuk menjelaskan sesuatu yang sudah jelas”. Istilah pacaran adalah sebuah istilah yang sudah sangat akrab ditelinga serta lengket dalam pandangan mata. Namun saya masih agak kesulitan untuk mendefinisikannya. Mudahan-mudahan tidak salah kalau saya katakan bahwa setiap kali istilah ini disebut maka yang terlintas dibenak kita adalah sepasang anak manusia –tertama kawula muda dan para remaja- yang tengah dilanda cinta " data-image="http://ahmadsabiq.com/wp-content/uploads/2009/11/risalah-gambar.jpg" data-site="Ahmad Sabiq Abu Yusuf"></div><script type="text/javascript" src="http://www.linksalpha.com/social/loader?script_type=buttons_counters&tag_id=linksalpha_tag_2095983575&link=http%3A%2F%2Fahmadsabiq.com%2F2009%2F11%2F02%2Fpacaran-islami%2F&gplus=1&twitter=1&fblike=1&linkedin=1&gbuzz=0&tumblr=0&reddit=0&pinterest=0&digg=0&stumbleupon=0&gpluslang=en-US&twitterlang=en&fblikelang=en_US&gbuzzlang=en&fblikeverb=like&fblikefont=arial&fblikeref=linksalpha&gplusctr=1&twitterctr=1&linkedinctr=1&gbuzzctr=1&redditctr=1&pinterestctr=1&diggctr=1&stumbleuponctr=1&twittermention=&twitterrelated1=&twitterrelated2=&halign=center"></script><p style="text-align: center;"><a href="http://ahmadsabiq.com"><strong>Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf</strong></a></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-52" title="ahmadsabiq.com" src="http://ahmadsabiq.com/wp-content/uploads/2009/11/risalah-gambar.jpg" alt="ahmadsabiq.com" width="123" height="123" /></p>
<p>Kata sebagian orang : <strong>“Sulit untuk menjelaskan sesuatu yang sudah jelas</strong>”. Istilah pacaran adalah sebuah istilah yang sudah sangat akrab ditelinga serta lengket dalam pandangan mata. Namun saya masih agak kesulitan untuk mendefinisikannya. <span id="more-49"></span>Mudahan-mudahan tidak salah kalau saya katakan bahwa setiap kali istilah ini disebut maka yang terlintas dibenak kita adalah sepasang anak manusia –tertama kawula muda dan para remaja- yang tengah dilanda cinta dan dimabuk asmara, saling mengungkapkan rasa sayang, cinta dan rindu, yang kemudian akhirnya biduk ini akan menuju pada pantai pernikahan. Inilah paling tidak anggapan dan harapan sebagian pelakunya. Namun ada satu hal yang banyak luput dari banyak kalangan bahwa segala sesuatu itu ada etika dan aturannya, kalau masuk terminal saja ada aturannya, akankah masalah cinta yang kata sebagian orang “suci” ini tanpa aturan ???</p>
<p>.</p>
<p><strong>Cinta Tabiat Anak Manusia: Jangan Dibunuh, Jangan pula Diumbar!</strong></p>
<p>Alloh Ta’ala berfirman :</p>
<p style="text-align: center;">زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآَبِ</p>
<p style="text-align: center;">“Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan pada apa-apa yang dia ingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia. Dan disisi Alloh lah tempat kembali yang baik.”</p>
<p style="text-align: center;">(QS. Ali Imron  : 14)</p>
<p>Inilah tabiat dan fithroh kita sebagai anak Adam. Anak cinta orang tua, orang tua cinta anak, kita cinta pada uang, kaum hawa cinta pada perhiasan  de el el. Begitu pula cinta pada lawan jenis, semua diantara kita yang laki-laki mencintai wanita dan yang wanita cinta laki-laki, barang siapa yang tidak memilikinya maka dipertanyakan kejantanan dan kefemininannya. <strong><em>Setuju nggak ???</em></strong></p>
<p>.</p>
<p><strong>Bila si Cinta dengan Gaun Merah Jambu itu Hadir!!</strong></p>
<p>Saya tidak tahu persis sejak kapan warna merah jambu dan daun waru dinobatkan sebagai lambang cinta, apapun jawabannya, itu tidak terlalu penting bagi kita. Namun yang sangat penting adalah bahwasannya bila masa kanak-kanak itu telah beranjak pergi meninggalkan kehidupan kita, lalu kitapun menyandang predikat baru sebagai remaja untuk menyongsong kehidupan manusia dewasa yang mandiri. Ada sesuatu yang terasa hadir mengisi indahnya hidup ini. Itulah cinta. Yang jelas cinta ini bukan lagi cinta pada mainan atau jajan bungkusan anak-anak, namun cinta pada sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Saat itu tersenyumlah seraya berucap : “<strong>Selamat datang cinta</strong>.”</p>
<p><strong>.<br />
</strong></p>
<p><strong>Kasihan si Cinta: Sering Dijadikan kambing Hitam!</strong></p>
<p>Cinta adalah sesuatu yang agung, Dengan cinta seorang yang pengecut menjadi pemberani, orang yang bakhil menjadi dermawan, yang bodoh menjadi pintar, menjadikan orang pandai merangkai kata dan tulisan. Begitulah kira-kira yang diungkapkan para dokter cinta. Oleh karena jangan salahkan cinta, kasihan dia. Bukankah karena cinta seseorang bisa masuk sorga. Suatu hari ada seseorang bertanya kepada Rosululloh tentang kapan terjadi hari kiamat, namun beliau malah balik bertanya : “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya ?” Dia menjawab : .”Cinta Alloh dan Rosul Nya.” maka beliaupun menjawab : “Engkau bersama orang yang engkau cintai.” Maka Anas bin Malik perowi hadits ini pun berseru gembira : “Demi Alloh, Saya mencintai Rosululloh, Mencintai Abu Bakr dan Umar, maka saya berharap untuk bisa bersama mereka disurga,” (Bukhori Muslim)</p>
<p>Cinta itu akan menjadi sangat agung kalau diletakkan pada tempatnya, namun bisa menjadi bencana kalau disalah gunakan. Oleh karena itu berhati-hatilah.</p>
<p>.</p>
<p><strong>Cinta kepada Alloh: Rabb Semesta Alam</strong></p>
<p>Cukuplah bagi kita merenungi ayat berikut :</p>
<h3 style="text-align: center;">إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ</h3>
<p style="text-align: center;">“Sesunguhnya orang-orang yang beriman yaitu adalah orang-orang yang ketika disebut nama Alloh maka bergetarlah hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayatnya maka bertambahlah iman mereka karenanya. Dan kepada Robbnya mereka bertawakkal.”</p>
<p style="text-align: center;">(Al Anfal : 2)</p>
<p>Bertanyalah pada diri kita masing-masing, hatimu bergetar saat disebut nama-Nya ataukah nama nya ???  “Mintalah fatwa pada dirimu sendiri” begitulah kata Rosululloh.</p>
<p>Bukankah cinta ini yang menjadikan Handlolah meninggalkan malam pertamanya untuk pergi perang lalu meninggal dalam keadaan masih junub ? Bukankah cinta ini yang menjadikan Bilal bin Robah mampu menahan derita yang tak terkira ? begitu pulalah Ammar bin Yasir, Kholid bin Walid dan lainnya.</p>
<p>.</p>
<p><strong>Cinta Kepada Rasululloh</strong></p>
<p>Lelaki agung itu, yang meskipun beliau sudah meninggal 14 abad yang lalu , namun masih kita rasakan cinta dan kasihnya. Lihatlah gambaran Al Qur’an ini :</p>
<h3 style="text-align: center;">لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ</h3>
<p style="text-align: center;">“Sungguh telah datang pada kalian, seorang rosul dari kalangan kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan keselamatan bagi kalian, amat belas kasihan, lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”</p>
<p style="text-align: center;">(At Taubah : 128)</p>
<p>oleh karena itu tidak mengherankan kalau beliau bersabda :</p>
<p style="text-align: center;">“Tidak sempurna keimanan salah seorang diantara kalian sehingga saya lebih dia cintai dari pada cintanya pada orang tuanya, anak-anaknya dan semua manusia.”(Bukhori Muslim)</p>
<p>Cinta pada sunnahnya, itulah bentuk cinta pada beliau. Sangat ironis sekali ummat islam sekarang yang mana setiap kali disebut sunnah beliau, maka mereka dengan langsung memprotes : “Kan Cuma sunnah ???” lalu kalau tidak sunnah beliau mau sunnah siapa ???</p>
<p>Firman Alloh :</p>
<p style="text-align: center;">“Sungguh ada bagi kalian pada diri Rosululloh suri tauladan yang baik.”</p>
<p>.</p>
<p><strong>Cinta karena Alloh</strong></p>
<p>Akhi, Ukhti, saya mencintaimu karena Alloh.” Begitulah Rosululloh mengajarkan ummatnya untuk cinta ada orang lain karena Alloh, dalam artian kalau orang itu semakin membuat kita dekat pada Nya maka cintailah dia, dan begitu pula sebaliknya kalau ada orang yang semakin menjauhkan kita dari Nya, maka jauhilah dia. Bukankah orang yang melakukannya akan merasakan manisnya iman dan akan mendapatkan mimbar cahaya yang diingingkan oleh para Nabi dan Syuhada’ ???</p>
<p>Mencintai tokoh idola anda, juga lakukan atas dasar cinta pada Alloh dan Rosulnya.</p>
<p>.</p>
<p><strong>Itulah Agungnya Cinta: Jangan Diperkosa!</strong></p>
<p>“Pemerkosaan arti cinta” -maaf kalau kalimat ini kedengaran kasar- namun itulah kenyataannya. Betapa banyak wanita yang menyerahkan mahkota hidupnya kepada orang yang belum berhak lalu dia berucap ini sebagai tanda cintaku padanya, sebaliknya betapa banyak kaum laki-laki yang harus melakukan kemaksiatan atas nama cinta. Subhanalloh !!! akankah cinta kita pada Alloh Dzat yang Maha Agung dikalahkan oleh cinta pada seseorang yang berasal dari air mani yang kotor, saat hidupnya selalu membawa kotoran, dan saat meninggal pun akan berubah menjadi sesuatu yang sangat menjijikkan ??? Malulah pada Nabiyulloh Yusuf Alaihis Salam, yang mampu mempertahankan kehormatannya dihadapan seorang wanita cantik, kaya raya, bangsawan lagi. Jangan engkau berkata : “Diakan seorang Nabi ?.” karena kisah serupa pun dialami oleh  Abdur Rohman bin Abu Bakr, Muhammad al Miski dan lainnya</p>
<p>.</p>
<p><strong>TIDAK!!! Islam Tidak Mengharamkan Cinta, Islam Hanya Mengaturnya!</strong></p>
<p>Islam sebagai agama paripurna, tidak membiarkan satupun masalah tanpa aturan. Lha wong cara berpakaian, mandi, buang air dan hal-hal kecil lainnya ada aturanya, maka bagaimana mungkin urusan cinta yang menjadi keharusan hidup manusia normal akan tanpa aturan. Itu mustahil. Benarlah Salman Al Farisi tatkala ditanya : “Apakah nabimu sudah mengajarkan segala sesuatu sampai masalah adab buang air besar ? maka beliau menjawab : Ya, Rosululloh sudah mengajarkannya, beliau melarang kami untuk menghadap dan membelakangi kiblat dan memerintahkan kami untuk beristinjak dengan tiga batu dan melarang kami untuk beristinjak dengan kotorang dan tulang.”</p>
<p>Alloh Berfirman :</p>
<h3 style="text-align: center;">الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا</h3>
<p style="text-align: center;">“Pada Hari ini telah kusempurnakan agama kalian, dan telah Ku sempurnakan nikmatku kepadamu dan Aku rela islam sebagai agamamu.”</p>
<p style="text-align: center;">(Al Maidah : 3)</p>
<p>Oleh karena itu kalau mau bercinta alias pacaran, saya tawarkan sebuah ‘pacaran islami’ biar berpahala. Setuju nggak ??? selamat mencoba !!!</p>
<p>Ada beberapa aturan yang harus dipenuhi kalau mau berpacaran yang ‘islami’ yaitu :</p>
<p>.</p>
<p><strong>1.Menutup aurot</strong></p>
<p>Firman Alloh Ta’ala :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا</p>
<p style="text-align: center;">Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min “Hendaknya mereka <strong>menjulurkan pakaiannya keseluruh tubuh mereka</strong>” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu.”</p>
<p style="text-align: center;">(QS. Al Ahzab : 59)</p>
</blockquote>
<p>Bahkan saking pentingnya masalah ini, Rosululloh juga mengaturnya walaupun antar jenis.</p>
<p>Dari Abu Said Al Khudri berkata  : “Rosululloh bersabda :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">“Janganlah seorang laki-laki itu melihat aurat laki-laki dan jangan seorang wania melihat aurat wanita.”</p>
<p style="text-align: center;">(H.R. Muslim)</p>
</blockquote>
<p>.</p>
<p><strong>2.Menundukkan pandangan</strong></p>
<p>Firman Alloh Ta’ala :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (30) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنَّ أَوْ آَبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ</p>
<p style="text-align: center;">“Katakanlah kepada orang-orang mu’min laki-laki agar mereka menundukkan sebagian pandangan mereka serta menjaga kemaluan mereka.”</p>
<p style="text-align: center;">“Dan katakan kepada para wanita mu’minah, agar mereka menundukkan sebagian pandangan mereka dan menjaga farji mereka.”</p>
<p style="text-align: center;">(QS. An Nur : 30,31)</p>
</blockquote>
<p>Dari Jarir bin Abdillah berkata : “Saya bertanya pada Rosululloh tentang<strong> pandangan yang mendadak tak sengaja</strong>, maka beliau memerintahkanku untuk <strong>memalingkan pandangan</strong> itu.” (Muslim)</p>
<p>.</p>
<p><strong>3.Tidak bersolek ala jahiliyah</strong></p>
<p>Firman Alloh Ta’ala :</p>
<h3 style="text-align: center;">وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى</h3>
<p style="text-align: center;">“Dan <strong>menetaplah kalian dalam rumah-rumah kalian</strong>, dan janganlah bersolek seperti bersoleknya orang-orang jahiliyah yang dahulu.”</p>
<p style="text-align: center;">QS. Al Ahzab : 33)</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">Dari Abu Huroiroh berkata : “Rosululloh bersabda : “Ada dua golongan manusia ahli neraka yang saya belum pernah melihatnya, yang pertama : orang-orang yang memegang cambuk untuk memukul orang lian, yang kedua : Para<strong> wanita yang berpakaian tapi telanjang</strong>, mereka berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk unta. Mereka tidak akan pernah masuk surga dan tidak akan mendapatkan bau surga, padahal bau surga itu dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.”</p>
<p style="text-align: center;">(Muslim)</p>
</blockquote>
<p style="text-align: center;"><em>Alangkah meruginya orang yang semacam ini !!!</em></p>
<p>.</p>
<p><strong>4.Ada pembatas antara laki-laki dan wanita</strong></p>
<p>Firman Alloh Ta’ala :</p>
<h3 style="text-align: center;">وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ</h3>
<p style="text-align: center;">Dan apabila kalian meminta sesuatu pada mereka (para istri Rosululloh ) maka<strong> mintalah dari balik hijab</strong>. Karena yang demikan itu lebih suci bagi hati kalian serta bagi hati mereka.”</p>
<p style="text-align: center;">(QS.Al Ahzab : 53)</p>
<p style="text-align: left;">.</p>
<p><strong>5.Jangan berdua-duaan, karena yang ketiganya adalah setan</strong></p>
<p>Begitulah kira-kira bunyi hadits Rosululloh riwayat imam Ahmad dan Tirmidzi dari Abu Huroiroh dengan sanad hasan</p>
<p>.</p>
<p><strong>6.Jangan lembutkan ucapan</strong></p>
<p>Firman Alloh Ta’ala :</p>
<h3 style="text-align: center;">يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا</h3>
<p style="text-align: center;">“<strong>Janganlah kalian (Para wanita) melembutkan ucapan</strong>, sehingga akan rakus orang-orang yang punya penyakit hati, namun ucapkanlah yang baik.” (QS. Al Ahzab : 32)</p>
<p style="text-align: left;">.</p>
<p><strong>7.Kulitmu masih haram bagiku</strong></p>
<p>Dari Ma’qil bin Yasar berkata : Rosululloh bersabda :</p>
<blockquote><p>“Seandainya <strong>ditusuk</strong> pada <strong>kepala</strong> salah seorang <strong>kalian</strong> dengan <strong>jarum besi panas</strong>, maka itu<strong> lebih baik</strong> dari pada <strong>menyentuh wanita</strong> yang tidak halal baginya.”</p>
<p style="text-align: center;">(HR. Thobroni, Lihat As Shohihah : 226)</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">.</p>
<blockquote>
<ul>
<li>Saudaraku, k<strong>alau anda mampu memenuhi syarat ini</strong>, <strong>teruskan pacaran anda</strong>.</li>
<li>Namun kalau tidak, maka pilihlah engkau lebih mencintai dia ataukah Alloh yang telah menciptakanmu, memberimu rizqi, melimpahkan kasih sayangNya padamu  dan memberimu hidayah menjadi orang islam ???</li>
<li>Segera tinggalkan transaksi harammu itu, sebelum kemurkaan Alloh benar-benar datang. Atau saya punya usul , bagaimana kalau engkau cepat-cepat menikah, itupun kalau engkau sudah siap. Bagaimana ???</li>
</ul>
</blockquote>
<p><strong>.<br />
</strong></p>
<p><strong>STOP!! Ini Bukan Area Anda! Jangan Berzina!!</strong></p>
<p>Jangan ada yang berfikir bahwasannya yang terlarang dalam islam hanyalah zina dalam pengertian masuknya timba dalam sumur sebagaimana bahasa hadits Rosululloh. Namun yang terlarang adalah semua hal yang mendekati pada perzinaan tersebut. Perhatikanlah firman Alloh :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em>“Janganlah kalian <strong>mendekati</strong> zina”</em></p>
</blockquote>
<p>Juga Sabda Rosululloh saw :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">“Sesungguhnya Alloh telah menetapkan pada setiap anak adam bagianya dari zina yang pasti akan menemuinya, zinanya mata adalah memandang, zinanya lisan adalah berucap, jiwa dengan berharap dan berkhayal, yang semua itu dibenarkan atau didustakan oleh kemaluan.”</p>
<p style="text-align: center;">(Bukhori Muslim)</p>
</blockquote>
<p>.</p>
<p><strong>Hamil dulu baru nikah atau nikah dulu baru hamil?</strong></p>
<p>Hamil setelah pernikahan yang sah adalah sebuah kebanggaan dan keagungan, semua orang yang memasuki biduk pernikahan pasti menginginkan kehamilan istrinya. Banyak klinik yang  mengaku bisa mengobati kemandulan adalah salah satu buktinya.</p>
<blockquote><p>Di sisi lain, wanita yang hamil<strong> tanpa tahu harus kemana dia harus memanggil “Suamiku”</strong> akan sangat gelisah.</p>
<p>Masyarakat yang terkadang <strong><em>dholim</em></strong> akan bisa dengan segera memaafkan<strong> laki-laki </strong>yang berbuat <strong>kurang ajar itu</strong>, namun<strong> tidak terhadap wanita</strong>. Dia akan <strong>menanggung aib</strong> itu sepanjang zaman dan akan terkenallah ia sebagai <strong>wanita yang tidak bisa menjaga kehormatannya</strong>.</p>
<p>Begitulah yang dikatakan oleh Syaikh Ali Ath Thonthowi.</p></blockquote>
<p>Kalau dia menikah kelak, bukankah suaminya akan dengan mudah mengatakan : “Sudah berapa laki-laki yang tidur denganmu sebelum menikah denganku ?</p>
<p>Anak yang terlahir, dia akan terlahir sebagai anak yang tidak di harapkan kehadirannya, Tidak ada sentuhan kasih dan sayang.</p>
<p>Dari sisi Fiqh, Imam Ahmad bin Hambal dan lainnya mengatakan bahwa wanita hamil dari hasil perzinaan tidak boleh dinikahi selama hamil, dan kalau sudah terlanjur dinikahi maka harus diadakan pernikahan ulang.</p>
<p>.</p>
<p><strong>Peringatan Penting Bagi yang masih Punya hati&#8230;</strong></p>
<p>Anda kepingin mendapatkan seorang pasangan hidup yang baik, setia, sholih dan sholihah ??? perhatikanlah resep Ilahi ini :</p>
<p style="text-align: center;">لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ</p>
<p style="text-align: center;">“Wanita yang jelek untuk laki-laki yang jelek, lelaki yang jelek untuk wanita yang jelek, begitu pula dengan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.”</p>
<p style="text-align: center;">(QS. An Nur : 26)</p>
<p>Kata para ulama’ : “Balasan itu sejenis dengan amal perbuatannya.”</p>
<blockquote>
<ul>
<li>Akan menjadi sebuah <strong>mimpi disiang bolong</strong> kalau anda menginginkan <strong>istri seperti Fathimah binti Abdul Malik</strong> kalau anda <strong>tidak bisa menjadi Umar bin Abdul Aziz</strong>.</li>
</ul>
<ul>
<li>Jangan pula <strong>mimpi bersuamikan Ali bin Abi Tholib</strong> kalau engkau <strong>tidak menjadi Fathimah binti Muhammad</strong>. Perbaikilah dirimu dahulu sebelum engkau berharap mendapatkan pasangan hidup yang engkau idamkan !!!</li>
</ul>
</blockquote>
<p><strong>.<br />
</strong></p>
<p><strong>Jangan Katakan ini!</strong></p>
<p>Jangan engkau berkata padaku :</p>
<blockquote><p>“Aku berpacaran <em>kan</em> untuk <strong>tahap penjajagan</strong>, biar saling memahami karakter masing-masing, sehingga tidak akan terjadi penyesalan setelah memasuki maghligai pernikahan, karena bagaimanapun juga kegagalan dalan berpacaran jauh lebih ringan daripada kegagalan dalam pernikahan.”</p></blockquote>
<p>Jangan engkau katakan itu padaku, karena itu hanyalah <strong>topengmu belaka</strong>.</p>
<ul>
<li>Tanyalah pada dirimu sendiri apakah engkau selama pacaran, mencoba untuk memahami masing-masing dan belajar untuk menjadi suami istri yang baik?</li>
<li>Ataukah yang engkau lakukan adalah berusaha menjadi baik saat berada dekat sang pacar? Bukankah ini sebuah <strong>penipuan kepribadian</strong> ??? <strong>persis <em>kayak</em> penjual yang takut ditinggal pembeli</strong>, yang mana ia harus berusaha untuk tampil lebih baik dari yang sebenarnya.</li>
</ul>
<ul>
<li>Lalu apa yang engkau sisakan nanti kalau memasuki dunia pernikahan, bukankah semuanya sudah engkau rasakan ? saling memadu rasa kasih sayang, mengungkapkan rasa cinta, berjalan bareng, nonton bareng, rekreasi bareng, bahkan mungkin hubungan suami istripun sudah dilakukan. Lalu apa yang akan engkau sisakan setelah menikah ??? malam pertamamu akan terasa hambar, tidak ada yang beda pada malam itu karena semua sudah dilakukan, bahkan mungkin akan terasa pahit, karena selama ini engkau berhubungan bukan cuma berdua, tapi bertiga, Yah …. Engkau bersama setan yang selalu membumbui semua kemaksiatan menjadi kenikmatan.</li>
</ul>
<blockquote><p><em><strong>Bandingkan dengan yang malam pertamanya adalah benar-benar malam pertama. Dan bulan madunya benar benar semanis madu. Ah !!! saya tidak mau terlalu jauh mengenang masa-masa indah itu ….. kasihan yang belum nikah, he… he …</strong></em></p></blockquote>
<p>.</p>
<p><strong>Jangan Anggap Ini Keras!</strong></p>
<p>Mungkin ada diantara kalian yang berkata : “<strong>ustadznya terlalu keras</strong>.”</p>
<p>Wahai saudaraku seiman !!! cobalah renungkan kembali ayat-ayat dan hadits diatas dengan pikiran jernih, kepala dingin dan penuh rasionalitas, lalu ambilah kesimpulan, manakah yang keras ??? <strong>bukankah itu semua tuntutan syariat agama yang kita anut bersama </strong>?</p>
<p>Atau jangan-jangan engkau sedang kena penyakit <em>mag</em> sehingga <strong>nasi yang lembek pun terasa keras</strong>, itulah kemungkinan yang paling dekat. Hatimu sedang berpenyakit, sehingga engkau merasa sakit dan keras dengan sesuatu yang sebenarnya lembek. Bukankah Rosululloh bersabda :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">“Saya diutus untuk membawa syariat yang lurus dan mudah.”</p>
<p style="text-align: center;">(Bukhori Muslim)</p>
</blockquote>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Dipenghujung tulisan ini, saya teringat bahwa beberapa hari lagi kita memasuki bulan Romadlon. Belajar dari orang yang berpuasa yang dia menahan lapar dahaga sehari penuh, namun saat berbuka, akan terasa sangat nikmat air putih meskipun tanpa gula.</p>
<p>Inilah puasa panjang syahwat kita, yang akan engkau rasakan nikmatnya tatkala engkau berbuka dimaghligai pernikahan.</p>
<p>Saat melalui puasa panjang ini laluilah dengan :</p>
<p>Banyak berdzikir, menyebut kebesaran Ilahi</p>
<p>Sabar dan sholatlah</p>
<p>Ikutilah kajian-kajian keagamaan</p>
<p>Bertemanlah dengan orang-orang sholih yang akan menolongmu tegar dalam jalan Nya</p>
<p>Sibukkan diri dengan aktivitas surgawi</p>
<p>Kalau masih kebelet juga, perbanyaklah puasa karena sesunguhnya puasa adalah benteng yang kokoh.</p>
<p>Ya Alloh, tunjukkanlah kepada kami sebuah kebenaran itu sebagai sesuatu yang benar dan berilah kami kekuatan untuk menjalankannya. Dan tunjukkanlah kepada kami sebuah kesalahan itu sebagai sesuatu yang salah dan berilah kami kekuatan untuk meninggalkannya.</p>
<p><em>Wa akhiru da’wana ‘anil Hamdi lillahi Robbil Alamin.</em></p>
<p><a href="http://ahmadsabiq.com"><strong>www.ahmadsabiq.com</strong></a></p>
<div style="margin:0px 0px 0px 0px" id="linksalpha_tag_1271939411" class="linksalpha-email-button" data-url="http://ahmadsabiq.com/2009/11/02/pacaran-islami/" data-text="Kalau Mau Pacaran, yang “Islami” Saja !!!" data-desc="Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf


Kata sebagian orang : “Sulit untuk menjelaskan sesuatu yang sudah jelas”. Istilah pacaran adalah sebuah istilah yang sudah sangat akrab ditelinga serta lengket dalam pandangan mata. Namun saya masih agak kesulitan untuk mendefinisikannya. Mudahan-mudahan tidak salah kalau saya katakan bahwa setiap kali istilah ini disebut maka yang terlintas dibenak kita adalah sepasang anak manusia –tertama kawula muda dan para remaja- yang tengah dilanda cinta " data-image="http://ahmadsabiq.com/wp-content/uploads/2009/11/risalah-gambar.jpg" data-site="Ahmad Sabiq Abu Yusuf"></div><script type="text/javascript" src="http://www.linksalpha.com/social/loader?script_type=buttons_counters&tag_id=linksalpha_tag_1271939411&link=http%3A%2F%2Fahmadsabiq.com%2F2009%2F11%2F02%2Fpacaran-islami%2F&gplus=1&twitter=1&fbsend=1&linkedin=1&gbuzz=0&tumblr=0&reddit=0&pinterest=1&digg=0&stumbleupon=1&gpluslang=en-US&twitterlang=en&fbsendlang=en_US&gbuzzlang=en&twittermention=&twitterrelated1=&twitterrelated2=&halign=center"></script><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/11/01/ikhtilath-dosa-besar-yang-mulai-diremehkan/' rel='bookmark' title='Ikhtilath: Kemaksiatan yang Mulai Diremehkan'>Ikhtilath: Kemaksiatan yang Mulai Diremehkan</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/10/29/wahai-para-suami-apakah-kau-kira-istrimu-lebih-baik-daripada-istri-istri-nabi/' rel='bookmark' title='Wahai Para Suami! Apakah Kau Kira Istrimu Lebih Baik daripada Istri-Istri Nabi?'>Wahai Para Suami! Apakah Kau Kira Istrimu Lebih Baik daripada Istri-Istri Nabi?</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2010/07/20/nikahi-anak-hasil-zina/' rel='bookmark' title='Menikah dengan Anak Wanita Hasil Zinanya'>Menikah dengan Anak Wanita Hasil Zinanya</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/10/29/juga-untukmu-wahai-para-istri/' rel='bookmark' title='Juga Untukmu Wahai Para Istri&#8230;'>Juga Untukmu Wahai Para Istri&#8230;</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/15/kritik-kisah-tsalabah/' rel='bookmark' title='Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat'>Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsabiq.com/2009/11/02/pacaran-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikhtilath: Kemaksiatan yang Mulai Diremehkan</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2009/11/01/ikhtilath-dosa-besar-yang-mulai-diremehkan/</link>
		<comments>http://ahmadsabiq.com/2009/11/01/ikhtilath-dosa-besar-yang-mulai-diremehkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 10:20:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Dosa]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhtilath]]></category>
		<category><![CDATA[Maksiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf I. Pengantar Seakan-akan sudah menjadi sebuah pemandangan yang lazim terjadi, baik di sekolah, perguruan tinggi, tempat kerja ataupun lainnya, dan seakan–akan hal ini adalah sesuatu yang diperbolehkan tanpa ada masalah apapun, yaitu tentang masalah campur bawurnya antara wanita dan laki-laki yang bukan mahromnya, yang dalam istilah syar’i disebut [...]
Related posts:<ol>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/11/02/pacaran-islami/' rel='bookmark' title='Kalau Mau Pacaran, yang “Islami” Saja !!!'>Kalau Mau Pacaran, yang “Islami” Saja !!!</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/28/kisah-lemah-tentang-alqomah/' rel='bookmark' title='Kisah Shahabat Nabi yang Durhaka Kepada Ibunya'>Kisah Shahabat Nabi yang Durhaka Kepada Ibunya</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2010/05/25/tidak-boleh-berbuat-sesuatu-yang-membahayakan/' rel='bookmark' title='Tidak Boleh Berbuat Sesuatu yang Membahayakan'>Tidak Boleh Berbuat Sesuatu yang Membahayakan</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/15/kritik-kisah-tsalabah/' rel='bookmark' title='Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat'>Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2010/02/24/sesuatu-yang-yakin-tidak-bisa-hilang-dengan-keraguan/' rel='bookmark' title='Sesuatu yang Yakin Tidak Bisa Hilang dengan Keraguan'>Sesuatu yang Yakin Tidak Bisa Hilang dengan Keraguan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="margin:5px 0px 5px 0px" id="linksalpha_tag_1299726174" class="linksalpha-email-button" data-url="http://ahmadsabiq.com/2009/11/01/ikhtilath-dosa-besar-yang-mulai-diremehkan/" data-text="Ikhtilath: Kemaksiatan yang Mulai Diremehkan" data-desc="Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf


I. Pengantar

Seakan-akan sudah menjadi sebuah pemandangan yang lazim terjadi, baik di sekolah, perguruan tinggi, tempat kerja ataupun lainnya, dan seakan–akan hal ini adalah sesuatu yang diperbolehkan tanpa ada masalah apapun, yaitu tentang masalah campur bawurnya antara wanita dan laki-laki  yang bukan mahromnya, yang dalam istilah syar’i disebut dengan ikhtilath.  Saking biasanya maka seakan-akan hal ini adalah sesuatu yang diperbolehkan oleh " data-image="http://ahmadsabiq.com/wp-content/uploads/2009/11/bunga-layu.jpg" data-site="Ahmad Sabiq Abu Yusuf"></div><script type="text/javascript" src="http://www.linksalpha.com/social/loader?script_type=buttons_counters&tag_id=linksalpha_tag_1299726174&link=http%3A%2F%2Fahmadsabiq.com%2F2009%2F11%2F01%2Fikhtilath-dosa-besar-yang-mulai-diremehkan%2F&gplus=1&twitter=1&fblike=1&linkedin=1&gbuzz=0&tumblr=0&reddit=0&pinterest=0&digg=0&stumbleupon=0&gpluslang=en-US&twitterlang=en&fblikelang=en_US&gbuzzlang=en&fblikeverb=like&fblikefont=arial&fblikeref=linksalpha&gplusctr=1&twitterctr=1&linkedinctr=1&gbuzzctr=1&redditctr=1&pinterestctr=1&diggctr=1&stumbleuponctr=1&twittermention=&twitterrelated1=&twitterrelated2=&halign=center"></script><p style="text-align: center;"><a href="http://ahmadsabiq.com"><strong>Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf</strong></a></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-46" title="hindari ikhtilath, ikhwah..." src="http://ahmadsabiq.com/wp-content/uploads/2009/11/bunga-layu.jpg" alt="hindari ikhtilath, ikhwah..." width="123" height="90" /></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>I. Pengantar</strong></span></p>
<p>Seakan-akan sudah menjadi sebuah pemandangan yang lazim terjadi, baik di <strong>sekolah</strong>, <strong>perguruan tinggi</strong>, <strong>tempat kerja</strong> ataupun lainnya, dan <em><strong>seakan–akan hal ini adalah sesuatu yang diperbolehkan</strong></em> tanpa ada masalah apapun, yaitu tentang masalah campur bawurnya antara wanita dan laki-laki  yang bukan mahromnya, yang dalam istilah syar’i disebut dengan <strong>ikhtilath</strong>.  Saking biasanya maka seakan-akan hal ini adalah sesuatu yang diperbolehkan oleh syariat islam yang suci ini, sehingga:<span id="more-45"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>&#8220;Tatkala ada yang mengingkarinya, justru banyak kaum muslimin yang malah mengingkari pengingkar tersebut.&#8221;</strong></p>
</blockquote>
<p>Dari sini, kami mengajak segenap kaum musimin untuk merenungkan kembali masalah ini, marilah kita menelaah firman-firman Robb kita dan sabda panutan kita Rosululloh Muhammad, sehingga teranglah dan jelaslah bagaimana sebenarnya hakekat campur bawur laki-laki dengan wanita yang bukan mahrom ini, dan kita tidak terkecoh dengan banyaknya orang yang melakukan, karena sudah ma’lum bersama bagi kita bahwa tidak semua yang dilakukan kebanyakan orang adalah sebuah kebenaran. Sebagaimana firman Nya :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ<br />
“Jika engkau mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh. Mereka tiada lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka , dan mereka tiada lain hanyalah berdusta (kepada Alloh).”</p>
<p style="text-align: center;">(QS. Al An’am : 116)</p>
</blockquote>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>II. Tempat Wanita adalah Di Dalam Rumah</strong></span></p>
<p>Diantara keagungan syariat islam adalah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya yang sesuai. Ulama’ diperintah untuk menasehati dan menjawab pertanyaan ummat dengan ilmu, orang awam diperintah untuk bertanya dan belajar, Orang tua disuruh mendidik anaknya dengan baik, anak disuruh berbakti pada keduanya, Suami diwajibkan untuk membimbing istrinya pada jalan kebaikan sedang istri diwajibkan mentaatinya. Dan lain sebagianya. Begitu pula dengan hal dunia laki-laki dan wanita, maka islam menjadikan laki-laki diluar rumah untuk mencari nafkah bagi keluarganya, sebagaimana sabda Rosululloh :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">ولهن عليكم رزقهن و كسوتهن بالمعروف</p>
<p style="text-align: center;">“Dan hak para istri atas kalian (suami) agar kalian memberi mereka nafkah  dan pakaian dengan cara yang ma’ruf.”</p>
<p style="text-align: center;">(HR. Muslim 1218)</p>
</blockquote>
<p>di sisi lainnya, tempat wanita dijadikan di dalam rumah untuk mengurusi anak, mendidiknya, mempersiapkan keperluan suami serta urusan rumah tangga dan lainnya.</p>
<p>Rosululloh shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menggambarkan hal ini dalam sabdanya yang mulia :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">والمرأة راعية  في بيت زوجها ومسؤولة عن رعيتها</p>
<p style="text-align: center;">“Dan wanita adalah pemimpin dirmah suaminya dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya.”</p>
<p style="text-align: center;">(HR. Bukhori 1/304 Muslim 3/1459)</p>
</blockquote>
<p>Ada banyak ayat maupun hadits Rosululloh  yang menunjukkan akan hal ini. Namun cukup saya sebutkan beberapa diantaranya, yaitu :</p>
<p>Firman Alloh Ta’ala :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى</p>
<p style="text-align: center;">“Dan hendaklah kalian tetap<strong> di rumah-rumah kalian</strong> dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.”</p>
<p style="text-align: center;">(QS Al Ahzab : 33)</p>
</blockquote>
<p>Juga sabda Rosululloh  :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : المرأة عورة , فإذا خرجت استشرفها الشيطان</p>
<p style="text-align: center;">Dari Abdulloh bin Mas’ud dari Rosululloh  bersabda : “<strong>Wanita itu aurot, apabila dia keluar maka akan dibanggakan oleh setan</strong>.”</p>
<p style="text-align: center;">(HR. Turmudli 1173, berkata : Hasan Shohih ghorib, Ibnu Khuzaimah 3/95, Thobroni dalam Al Kabir 10015)</p>
</blockquote>
<p>Rosululloh juga memberikan perintah kepada para wanita untuk sholat fardlu dirumah<strong>, meskipun dia tinggal di kota Madinah</strong> yang mana sholat di masjid Nabawi sama dengan 1000 sholat dimasjid lainnya selain masjidil haram.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">عَنْ ِ أُمِّ حُمَيْدٍ السَّاعِدِية أَنَّهَا جَاءَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُحِبُّ الصَّلَاةَ مَعَكَ قَالَ قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلَاةَ مَعِي وَصَلَاتُكِ فِي بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلَاتِكِ فِي حُجْرَتِكِ وَصَلَاتُكِ فِي حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلَاتِكِ فِي دَارِكِ وَصَلَاتُكِ فِي دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلَاتِكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلَاتُكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلَاتِكِ فِي مَسْجِدِي</p>
<p style="text-align: center;">قَالَ فَأَمَرَتْ فَبُنِيَ لَهَا مَسْجِدٌ فِي أَقْصَى شَيْءٍ مِنْ بَيْتِهَا وَأَظْلَمِهِ فَكَانَتْ تُصَلِّي فِيهِ حَتَّى لَقِيَتْ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">Dari Ummu Humaid As Sa’idiyah sesungguhnya beliau datang kepada Rosululloh, lalu berkata : “Wahai Rosululloh, sesunguhnya saya ingin sholat bersamamu.” Maka beliau menjawab : “Saya tahu bahwasannya kamu ingin sholat bersamaku, akan tetapi sholatmu dikamar yang khusus bagimu lebih baik  daripada kamu sholat dibagian lain dari rumahmu, dan <strong>sholatmu di rumahmu lebih baik daripada kamu sholat  di masid kampungmu, dan sholatmu dimasjid kampungmu lebih baik daripada kamu sholat di masjidku ini</strong>.”</p>
<p style="text-align: center;">HR. Ahmad 5/198/1337, Ibnu Khuzaimah 3/95/1689 dengشn sanad hasan)</p>
</blockquote>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>III. Saat ada keperluan, wanita boleh keluar rumah</strong></span></p>
<p>Namun hal diatas tidak melazimkan keharaman wanita keluar rumahnya kalau memang ada sebuah keperluan yang harus dikerjakan diluar rumah, meskipun seandainya dia tetap didalam rumahnya maka itulah yang jauh lebih baik.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ خَرَجَتْ سَوْدَةُ بَعْدَ مَا ضُرِبَ عَلَيْهَا الْحِجَابُ لِتَقْضِيَ حَاجَتَهَا وَكَانَتِ امْرَأَةً جَسِيمَةً تَفْرَعُ النِّسَاءَ جِسْمًا لَا تَخْفَى عَلَى مَنْ يَعْرِفُهَا فَرَآهَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ فَقَالَ يَا سَوْدَةُ وَاللَّهِ مَا تَخْفَيْنَ عَلَيْنَا فَانْظُرِي كَيْفَ تَخْرُجِينَ قَالَتْ فَانْكَفَأَتْ رَاجِعَةً وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِي وَإِنَّهُ لَيَتَعَشَّى وَفِي يَدِهِ عَرْقٌ فَدَخَلَتْ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي خَرَجْتُ فَقَالَ لِي عُمَرُ كَذَا وَكَذَا قَالَتْ فَأُوحِيَ إِلَيْهِ ثُمَّ رُفِعَ عَنْهُ وَإِنَّ الْعَرْقَ فِي يَدِهِ مَا وَضَعَهُ فَقَالَ إِنَّهُ قَدْ أُذِنَ لَكُنَّ أَنْ تَخْرُجْنَ</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">Dari Aisyah  berkata : “Saudah keluar rumah untuk menunaikan suatu keperluan setelah turunnya ayat  hijab, dan beliau itu adalah seoang wanita yang gemuk, sehinga tidak lagi samar bagi yang pernah mengenalnya, Maka Umar bin Khothob mengetahuinya, lalu diapun berkata : “Wahai Saudah, Demi Alloh engkau tidak lagi samar bagi kami, maka perhatikanlah lagi bagaimana keadaanmu saat engkau keluar.” Maka Saudah pun langsung balik pulang. Saat itu Rosululloh berada dalam rumahku sedang makan malam, dan saat itu beliau sedang memegang makanan, maka Saudah pun masuk lalu berkata : “Wahai Rosululloh, saya keluar untuk menunaikan sebagian keperluanku, namun Umar berkata begini begitu.” Maka Alloh pun mewahyukan kepada beliau, lalu bersabda : “Sesungguhnya telah diizinkan bagi kalian keluar rumah untuk sebuah keperluan.”</p>
<p style="text-align: center;">(HR. Bukhori 8/528, Muslim 2170)</p>
</blockquote>
<p>Namun keluarnya wanita untuk sebuah keperluan ini harus disertai dengan adab-adab syar’i, yang diantaranya adalah tidak bercampur bawur antara mereka dengan kaum laki-laki yang bukan mahromnya. Karena perbuata ini banyak melanggar aturan syar’i, diantaranya :</p>
<p>.</p>
<p><span style="color: #ff9900;"><strong>1. Melihat serta di lihat laki-laki yang bukan mahromnya.</strong></span></p>
<p>Sesuatu yang tidak bisa diingkari oleh siapapun, bahwa kalau wanita dan laki-laki berada dalam sebuah tempat dengan campur bawur tanpa hijab, maka satu sama lain akan memandang, baik sengaja maupun tidak sengaja. Terutama pada zaman seperti sekarang ini, yang mana rasa malu sudah banyak yang terkikis dan rasar takut pada ketentuan Alloh Ta’ala sudah banyak yang hilang. Padahal dengan sangat tegas Alloh berfirman :</p>
<p style="text-align: center;"><strong>قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (30) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ</strong></p>
<p style="text-align: center;">“Katakanlah kepada kaum laki-laki yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dan katakanlah pada wanita-wanita yang beriman, “hendaklah mereka menahan  dari sebagian pandangannya dan memelihara kemaluannya…&#8230;”</p>
<p style="text-align: center;">(QS. An Nur : 30, 31)</p>
<p>padahal sudah bukan rahasia umum bahwa semua perbuatan keji antara laki-laki dan wanita berawal dari pandangan. Alangkah bagusnya ucapan sang penyair :</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">الحوادث مبداها من النظر &#8230; ومعظم النار من مستصغر الشرر</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">والمرء ما دام ذا عين يقلبها &#8230; في أعين العين موقوف على الخطر</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">كم نظرة فعلت في قلب فاعلها &#8230; فعل السهام بلا قوس ولا وتر</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">يسر ن ظره ما ضر خاطره &#8230; لا مرحباً بسرور عاد بالضرر</span></p>
<p style="text-align: center;"><em><span style="color: #ff0000;"><br />
</span></em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><em>Semua kejadian itu berawal dari pandangan</em></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><em>Karena sebuah kobaran api  besar juga berawal dari percikan kecil api</em></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><em>Apabila seseorang masih punya mata yang dia bolak-balikkan</em></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><em>Pada mata-mata manusia, maka akan berujung pada sesuatu yang bahaya</em></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><em>Betapa banyak pandangan yang berbuat kepada hati pelakunya</em></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><em>Sebagaimana apa yang dilakukan anak panah tanpa busur dan tali</em></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><em>Yang melihat senang, tapi membahayakan hatinya</em></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><em>Lalu untuk apa sebuah kesenangan kalau nantinya akan berbuah bahaya</em></span></p>
<p style="text-align: center;">
<p>Dari sinilah, maka Alloh memerintahkan kaum laki-laki kalau ada keperluan dengan kaum wanita untuk memintanya dari balik hijab. Sebagaimana firman Nya :</p>
<p style="text-align: center;">وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ</p>
<p style="text-align: center;">“Apabila kalian meminta sesuatu pada mereka (kaum wanita) maka <strong><span style="color: #ff0000;">mintalah dari balik hijab</span></strong>.”</p>
<p style="text-align: center;">(QS. Al Ahzab : 53)</p>
<p>karena memang pandangan mata manusia akan dimintai pertanggung jawaban dihadapan Alloh Ta’ala, sebagaiman firman Nya :</p>
<p style="text-align: center;">إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا</p>
<p style="text-align: center;">“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati , semuanya itu akan di minta pertanggung jawabannya.” (Al Isro’ : 36)</p>
<p><span style="color: #ff9900;"><strong>2. Ikhtilath bisa menimbulkan kholwat dan zina hati</strong></span></p>
<p>Berangkat dari sebuah pandangan harom, yang itu bagaikan anak panah beracun dari iblis, yang apabila seseorang sudah tekena racunnya jarang yang bisa selamat kecuali orang-orang yang dirohmati oleh Alloh Ta’ala. Karena memang manusia diciptakan oleh Alloh dengan membawa fihroh untuk mencintai sesama jenis. Sebagaimana firman Nya :</p>
<p style="text-align: center;">زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ</p>
<p style="text-align: center;">“Dihiasi manusia untuk cinta kepada wanita dan anak-anak…”</p>
<p style="text-align: center;">(QS. Ali Imron : 14)</p>
<p>Maka dari pandangan yang harom inilah kemudian saling mengenal dan akhirnya saling merasa dekat dan sudah bisa ditebak akhir dari ini semua yaitu adanya kholwah alias berdua-duaan untuk memadu kasih dan cinta -kata mereka- fainna lillahi wa in ailaihi roji’un</p>
<p>Benarlah tatkala Rosululloh bersabda :</p>
<p style="text-align: center;">لَا يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا</p>
<p style="text-align: center;">“<strong>Tidaklah seseorang diantara kalian berduaan dengan wanita kecuali yang ketiganya adalah setan</strong>.”</p>
<p style="text-align: center;">(HR. Ahmad dan Tirmidzi dengan sanad shohih)</p>
<p style="text-align: left;">
<blockquote>
<p style="text-align: center;">Kalau masih ada yang berkilah, bahwa ikhtilath tidak selamanya menimbulkan kholwah,</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Saya katakan</strong> : Mungkin benar apa yang engkau katakan,tetapi <strong>apakah engkau bisa menjaga hati dari <em>was was</em> setan, tatakala pandanganmu bertemu dengan wanita yang menarik hatimu, ataukah hatimu harus mengembara membayangkan si dia</strong> ?</p>
</blockquote>
<p>sadarlah  dan ingatlah sabda Rosululloh :</p>
<p style="text-align: center;">عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ</p>
<p style="text-align: center;">Dari Abu Huroiroh dari Rosululloh bersabda : &#8220;Sesungguhnya Alloh telah menetapkan pada setiap anak adam bagianya dari zina yang pasti akan menemuinya, <strong>zinanya mata adalah memandang, zinanya lisan adalah berucap, tangan zinanya adalah memukul, kaki zinanya adalah berjalan sedangkan jiwa dengan berharap dan berkhayal</strong>, yang semua itu dibenarkan atau didustakan oleh kemaluan.”</p>
<p style="text-align: center;">(Bukhori 6243, Muslim 2657)</p>
<p>Dan sudah bukan rahasia umum lagi bahwa para wanita banyak yang tidak pede dengan penampilannya yang kurang menarik tatkala keluar dan bertemu dengan laki-laki, banyaknya perusahaan kosmetik yang menawarkan kiat-kiat kecantikan tubuh sebagai buktinya.</p>
<p>Apakah ini semua tidak cukup untuk mencegah semakin merebaknya penyakit kronis ini ? ingatlah bahwa Rosululloh bersabda :</p>
<p style="text-align: center;">عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِي اللَّهم عَنْهممَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ *</p>
<p style="text-align: center;">Dari Usamah bin Zaid dari Rosululloh bersabda : <strong>“Tidaklah saya tinggalkan setelahku sebuah fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki melebihi wanita</strong>.”</p>
<p style="text-align: center;">(Bukhori 5096, Muslim : 2740)</p>
<p>Juga sabda beliau :</p>
<p style="text-align: center;">فاتقوا الدنيا و اتقوا النساء فإن أول فتنة بتي إسرائيل كانت في النساء</p>
<p style="text-align: center;">“Hati-hatilah pada dunia dan <strong>hati-hatilah pada wanit</strong>a karena <strong>fitnah pertama bagi Bani Isroil adalah karena wanita</strong>.</p>
<p style="text-align: center;">(HR. Ahmad 11112 dengan sanad shohih)</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>IV. Ikhtilath juga haram meskipun di dalam rumah</strong></span></p>
<p>Saudaraku seiman,  ketahuilah bahwa sebagaimana ikhtilath ini haram dilakukan di luar rumah, maka begitu pulalah kalau dilakukan di rumah. Campurnya antara anggota keluarga yang terkadang bukan mahrom dalam satu rumah atau saat ada acara-acara keluarga atau saat bersilaturrohmi pada kerabat lainnya sangat sering terjadi, padahal banyak diantara mereka yang sebenarnya bukan mahrom, misalnya saudara ipar, saudara sepupu, istri paman, suami bibi dan lainnya. Bahkan mereka itu <strong>terkadang lebih berbahaya daripada yang jelas-jelas orang lai</strong>n. Perhatikanlah sabbda Rosululloh :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ</p>
<p style="text-align: center;">Dari Uqbah bin Amir bahwasannya Rosululloh bersabda : &#8220;Janganlah kalian mausk pada wanita (non Mahrom).” Maka ada seseorang dari sahabat anshor yang bertanya : “Ya Rosululloh, lalu bagaimana dengan saudara ipar ?.” Rosululloh menjawab : “<strong>Ipar adalah kematian</strong>.”</p>
<p style="text-align: center;">(HR. Bukhori : 5232, Muslim : 2172)</p>
</blockquote>
<ul>
<li>Hal ini disebabkan bahwa kalau ada seorang laki-laki berduaan atau ikhtilath dengan orang lain, maka masyarakat akan melihat kepada mereka dengan pandangan curiga, sedangkan kalau dengan yang masih dianggap kerabat sendiri, maka hal ini dianggap tidak bermasalah, yang mana dari perasaan inilah yang akan mengakibatkan manusia tanpa kontrol dan akhirnya bisa menimbulkan banyak perbuatan harom.</li>
</ul>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>V. Dalam kisah mereka terdapat sebuah pelajaran</strong></span></p>
<p>Alloh berfirman :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ</p>
<p style="text-align: center;">“Dan tatkala Musa sampai di sumber air negri, ia menjumpai disana sekumpulan orang-orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai dibelakang mereka dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya) Musa berkata : “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu) ?.” kedua wanita itu menjawab : “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami) sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang yang sudah lanjut usianya.” (QS. Al Qoshosh 28 : 23)</p>
</blockquote>
<ul>
<blockquote>
<li>Kedua wanita ini sebenarnya tidaklah ingin bekerja keluar rumah untuk menggembalakan kambing, namun karena bapak keduanya sudah tua maka mereka berdua harus melakukan perkejaan tersebut, meskipun begitu keduanya saat ingin memberi minum untuk kambing-kambingnya mau bercampur dengan kaum laki-laki, akan tetapi yang mereka lakukan adalah menunGgu sampai kaum laki-laki selesai lalu barulah mereka memberi minum untuk kambingnya</li>
</blockquote>
</ul>
<p>Juga perhatikanlah apa yang dikisahkan oleh <strong>Ummu Salamah </strong>berikut ini :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">عن هِنْدُ بِنْتُ الْحَارِثِ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهَا أَنَّ النِّسَاءَ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنَّ إِذَا سَلَّمْنَ مِنَ الْمَكْتُوبَةِ قُمْنَ وَثَبَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَنْ صَلَّى مِنَ الرِّجَالِ مَا شَاءَ اللَّهُ فَإِذَا قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ الرِّجَالُ *</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">Dari Hindun binti Harits berkata bahwasannya Ummu Salamah Istri Rosululloh memberitahukan kepadanya bahwa para wanita pada zaman Rosululloh apabila mereka selesai salam dari sholat wajib, maka <strong>mereka segera  bangkit berdiri</strong> dan Rosululloh bersama kaum laki-laki masih tetap berada di masjid, dan apabila Rosululloh bangkit maka para sahabat lainnya baru bangkit berdiri.”</p>
<p style="text-align: center;">(HR. Bukhori : 866)</p>
</blockquote>
<p>Dan dalam riwayat<strong> Bukhori : 875</strong>, <strong>Ummu Salamah</strong> berkata : “Hal ini dalam pandangan kami adalah <strong>agar kaum wanita pulang terlebih dahulu sebelum kaum laki-laki</strong>.”</p>
<p>Perhatikanlah wahai saudaraku, meskipun mereka dalam saat berbadah kepada Alloh di masjid bersama Rosululloh, maka <strong>ikhtilah tetap tidak pernah terjadi di kalangan para sahabat Rosululloh</strong>. Dan yang menunjukkan akan hal ini juga adalah posisi shof antar kaum laki-laki dengan wanita, sebagaimana dalam sabda Rosululloh :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا</p>
<p style="text-align: center;">Dari Abu Huroiroh berkata : Rosululloh bersabda : &#8220;Sebaik-baik shof kaum laki-laki adalah yang paling depan dan yang paling jelek adalah yang paling belakang, sedangkan sebaik-baik shof kaum wanita adalah yang paling akhir dan yang paling jelek adalah yang paling depan.”</p>
<p style="text-align: center;">(HR. Muslim : 440)</p>
</blockquote>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>VI. Faedah :</strong></span></p>
<p><em><strong>Lajnah Daimah</strong></em> pernah ditanya :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>Apakah sikap islam tentang belajar di sebagian sekolahan atau fakultas yang terdapat wanita yang nyaris telanjang dan terdapat ikhtilath dengan sangat nyata ?</strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Jawab :</strong></p>
<ul>
<blockquote>
<li>Pertama : Belajar ilmu yang bermanfaat adalah wajib kifayah, maka wajib bagi ummat islam terutama bagi pemerintah untuk mempersiapkan generasi baik laki-laki maupun wanita untuk belajar ilmu-ilmu tersebut, sehingga ummat ini bisa maju  dan bisa menjaga tsaqofah mereka serta bisa mengobati orang-orang yang sakit diantara mereka</li>
</blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li>Kedua : <strong>Ikhtilath antara murid laki-laki dengan wanita, juga guru laki-laki dengan guru wanita</strong> hukumnya <strong>HARAM</strong> karena itu bisa menimbulkan fitnah dan bisa menyeret orang terjerumus pada perbuatan dosa dan perbuatan keji, dan dosa mereka akan bertambah menumpuk kalau murid ataupun guru wanita membuka aurot mereka, atau memakai pakaian yang tipis atau sempit atau mereka mau untuk bergurau dengan kaum laki-laki.</li>
</blockquote>
<blockquote>
<li>Maka wajib pagi pemerintah untuk membuatkan sekolah khusus bagi laki-laki juga khusus bagi wanita, demi menjaga agama dan demi pencegahan dari perbuatan-perbuatan harom</li>
</blockquote>
</ul>
<ul>
<blockquote>
<li>Namun apabila pemerintah belum menjalankan kewajiban ini, serta mereka belum memisahkan  sekolah kaum laki-laki dengan wanita, <strong>maka tidak boleh ikut bergabung dalam sekolah tersebut</strong> kecuali bagi orang yang melihat bahwa dirinya mempunyai kemampuan untuk  memperkecil kemungkaran dan meringankan kemaksiatan  dengan cara memberi nasehat, berdakwah serta saling tolong menolong dengan teman-temannya baik dari kalangan murid maupun guru untuk melakukan itu semua, serta dia merasa dirinya aman dan tidak akan terjerumus dalam fitnah.</li>
</blockquote>
</ul>
<p><em>Wallohu a’lam</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ahmadsabiq.com"><strong> www.ahmadsabiq.com</strong></a></p>
<div style="margin:0px 0px 0px 0px" id="linksalpha_tag_769249863" class="linksalpha-email-button" data-url="http://ahmadsabiq.com/2009/11/01/ikhtilath-dosa-besar-yang-mulai-diremehkan/" data-text="Ikhtilath: Kemaksiatan yang Mulai Diremehkan" data-desc="Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf


I. Pengantar

Seakan-akan sudah menjadi sebuah pemandangan yang lazim terjadi, baik di sekolah, perguruan tinggi, tempat kerja ataupun lainnya, dan seakan–akan hal ini adalah sesuatu yang diperbolehkan tanpa ada masalah apapun, yaitu tentang masalah campur bawurnya antara wanita dan laki-laki  yang bukan mahromnya, yang dalam istilah syar’i disebut dengan ikhtilath.  Saking biasanya maka seakan-akan hal ini adalah sesuatu yang diperbolehkan oleh " data-image="http://ahmadsabiq.com/wp-content/uploads/2009/11/bunga-layu.jpg" data-site="Ahmad Sabiq Abu Yusuf"></div><script type="text/javascript" src="http://www.linksalpha.com/social/loader?script_type=buttons_counters&tag_id=linksalpha_tag_769249863&link=http%3A%2F%2Fahmadsabiq.com%2F2009%2F11%2F01%2Fikhtilath-dosa-besar-yang-mulai-diremehkan%2F&gplus=1&twitter=1&fbsend=1&linkedin=1&gbuzz=0&tumblr=0&reddit=0&pinterest=1&digg=0&stumbleupon=1&gpluslang=en-US&twitterlang=en&fbsendlang=en_US&gbuzzlang=en&twittermention=&twitterrelated1=&twitterrelated2=&halign=center"></script><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/11/02/pacaran-islami/' rel='bookmark' title='Kalau Mau Pacaran, yang “Islami” Saja !!!'>Kalau Mau Pacaran, yang “Islami” Saja !!!</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/28/kisah-lemah-tentang-alqomah/' rel='bookmark' title='Kisah Shahabat Nabi yang Durhaka Kepada Ibunya'>Kisah Shahabat Nabi yang Durhaka Kepada Ibunya</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2010/05/25/tidak-boleh-berbuat-sesuatu-yang-membahayakan/' rel='bookmark' title='Tidak Boleh Berbuat Sesuatu yang Membahayakan'>Tidak Boleh Berbuat Sesuatu yang Membahayakan</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2009/12/15/kritik-kisah-tsalabah/' rel='bookmark' title='Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat'>Tsa’labah, Si Kaya yang Enggan Membayar Zakat</a></li>
<li><a href='http://ahmadsabiq.com/2010/02/24/sesuatu-yang-yakin-tidak-bisa-hilang-dengan-keraguan/' rel='bookmark' title='Sesuatu yang Yakin Tidak Bisa Hilang dengan Keraguan'>Sesuatu yang Yakin Tidak Bisa Hilang dengan Keraguan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsabiq.com/2009/11/01/ikhtilath-dosa-besar-yang-mulai-diremehkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

