<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mentalqin Mayit Setelah Dikuburkan</title>
	<atom:link href="http://ahmadsabiq.com/2010/01/27/talqin-mayit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahmadsabiq.com/2010/01/27/talqin-mayit/</link>
	<description>Berupaya Menghidupkan Sunnah di Atas Jalan Nubuwwah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 May 2011 06:36:41 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: hadi</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2010/01/27/talqin-mayit/comment-page-1/#comment-560</link>
		<dc:creator>hadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 02:44:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=209#comment-560</guid>
		<description>afwan,izin copas ya ustadz...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>afwan,izin copas ya ustadz&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rabina Mbiem</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2010/01/27/talqin-mayit/comment-page-1/#comment-547</link>
		<dc:creator>Rabina Mbiem</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 07:30:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=209#comment-547</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum ustadz, membaca pertanyaan Arief 3 May 2010, saya juga ingin bertanya. Bagaimanakah bila jenazah sudah diletakan di dalam kubur, lalu di azankan, sebelum tanah digali untuk menutup kuburnya ? Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum ustadz, membaca pertanyaan Arief 3 May 2010, saya juga ingin bertanya. Bagaimanakah bila jenazah sudah diletakan di dalam kubur, lalu di azankan, sebelum tanah digali untuk menutup kuburnya ? Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arief</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2010/01/27/talqin-mayit/comment-page-1/#comment-538</link>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 01:35:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=209#comment-538</guid>
		<description>assalamu’alaikum ustadz., saya orang yg baru mengenal pemahaman salaf ingin bertanya tentang mayat stlh dimandikan ,dikafani dan tinggal menunggu penguburan krn kuburan masih digali atau menunggu keluarga yg perlu ditunggu , ini waktunya cukup lama dan biasanya disekeliling mayat oleh orang-2 yg takziah membacakan al&#039;quran atau surat yasin.... nah ini ustad apakah betul atau  salah sesuai sunnah. sukron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu’alaikum ustadz., saya orang yg baru mengenal pemahaman salaf ingin bertanya tentang mayat stlh dimandikan ,dikafani dan tinggal menunggu penguburan krn kuburan masih digali atau menunggu keluarga yg perlu ditunggu , ini waktunya cukup lama dan biasanya disekeliling mayat oleh orang-2 yg takziah membacakan al&#8217;quran atau surat yasin&#8230;. nah ini ustad apakah betul atau  salah sesuai sunnah. sukron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad Sabiq</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2010/01/27/talqin-mayit/comment-page-1/#comment-490</link>
		<dc:creator>Ahmad Sabiq</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 01:20:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=209#comment-490</guid>
		<description>@fadhlan
1. pada dasarnya doa itu sendiri-sendiri. dan itulah yang namoak dari hadits diatas
2. Ya. karena termasuk sunnah berdo&#039;a menghadap kiblat. bukan ke kuburan
3. pada dasarnya tidak ada, namun jika diperlukan maka tidak mengapa, sebagaimana yang dilakukan oleh Rosululloh dalam hadits Baro&#039; bin Azib. 
Wallohu a&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@fadhlan<br />
1. pada dasarnya doa itu sendiri-sendiri. dan itulah yang namoak dari hadits diatas<br />
2. Ya. karena termasuk sunnah berdo&#8217;a menghadap kiblat. bukan ke kuburan<br />
3. pada dasarnya tidak ada, namun jika diperlukan maka tidak mengapa, sebagaimana yang dilakukan oleh Rosululloh dalam hadits Baro&#8217; bin Azib.<br />
Wallohu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fadhlan</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2010/01/27/talqin-mayit/comment-page-1/#comment-451</link>
		<dc:creator>Fadhlan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 16:15:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=209#comment-451</guid>
		<description>Ustad, apabila mayit telah selesai dikuburkan lalu kita berdoa sesudah itu seperti doa diatas yakni &quot;Ya Allah ampunilah dia dan teguhkan lah dia karena dia sedang di tanya&quot;. pertanyaan ana :

1. apakah doa nya itu di pimpin oleh satu orang dan yang lain nya hanya ikut meng Amin kan saja ?

2. apakah harus menghadap kiblat dalam berdoa itu ?

3. apakah ada nasihat-nasihat sebelum kita memulai doa tersebut yang di sampaikan kepada orang-orang yang hadir dalam pemakaman tsb seperti: (mengingatkan kematian,dsb ).

Syukron, Jazakallahu khairon</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ustad, apabila mayit telah selesai dikuburkan lalu kita berdoa sesudah itu seperti doa diatas yakni &#8220;Ya Allah ampunilah dia dan teguhkan lah dia karena dia sedang di tanya&#8221;. pertanyaan ana :</p>
<p>1. apakah doa nya itu di pimpin oleh satu orang dan yang lain nya hanya ikut meng Amin kan saja ?</p>
<p>2. apakah harus menghadap kiblat dalam berdoa itu ?</p>
<p>3. apakah ada nasihat-nasihat sebelum kita memulai doa tersebut yang di sampaikan kepada orang-orang yang hadir dalam pemakaman tsb seperti: (mengingatkan kematian,dsb ).</p>
<p>Syukron, Jazakallahu khairon</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

