<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Wanita Karir: Sadarlah!</title>
	<atom:link href="http://ahmadsabiq.com/2009/11/30/wanita-karir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahmadsabiq.com/2009/11/30/wanita-karir/</link>
	<description>Berupaya Menghidupkan Sunnah di Atas Jalan Nubuwwah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 May 2011 06:36:41 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: Anisa</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2009/11/30/wanita-karir/comment-page-1/#comment-536</link>
		<dc:creator>Anisa</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 04:28:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=123#comment-536</guid>
		<description>Afwan ust,sy dokter PNS. terpaksa bekerja dg berbagai pertimbangan dan alasan.semua syarat utk keluarnya wanita bekerja,sy lakukan semampunya.mmg sy belum bs pake niqob.tp bs pake pakaian syar&#039;i.klo ikhtilath , mmg blum bs menghindari.Alhamdulillah rumah di sblh tempat kerja,jd kew. Sbg ibu dan istri tdk terabaikan.mohon solusi dan nasehat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Afwan ust,sy dokter PNS. terpaksa bekerja dg berbagai pertimbangan dan alasan.semua syarat utk keluarnya wanita bekerja,sy lakukan semampunya.mmg sy belum bs pake niqob.tp bs pake pakaian syar&#8217;i.klo ikhtilath , mmg blum bs menghindari.Alhamdulillah rumah di sblh tempat kerja,jd kew. Sbg ibu dan istri tdk terabaikan.mohon solusi dan nasehat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ummu hamzah</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2009/11/30/wanita-karir/comment-page-1/#comment-535</link>
		<dc:creator>ummu hamzah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 03:45:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=123#comment-535</guid>
		<description>izin share .........
Syukron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>izin share &#8230;&#8230;&#8230;<br />
Syukron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yunita</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2009/11/30/wanita-karir/comment-page-1/#comment-402</link>
		<dc:creator>Yunita</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 06:20:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=123#comment-402</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum
Terima kasih karena artikel ini sangat membantu saya untuk mengambil keputusan yang tepat, saya sadar bahwa bila saya tidak bekerja kehidupan perekonomian saya tidak sestabil dulu, tapi saya lebih memilih menimang anak saya setiap hari, membelai dia saat dia akan tertidur dan menyiapkan sarapan pagi untuk suami saya dan saya percaya Allah akan memberikan rejeki dengan jalan lain walaupun saya tidak bekerja.amiin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum<br />
Terima kasih karena artikel ini sangat membantu saya untuk mengambil keputusan yang tepat, saya sadar bahwa bila saya tidak bekerja kehidupan perekonomian saya tidak sestabil dulu, tapi saya lebih memilih menimang anak saya setiap hari, membelai dia saat dia akan tertidur dan menyiapkan sarapan pagi untuk suami saya dan saya percaya Allah akan memberikan rejeki dengan jalan lain walaupun saya tidak bekerja.amiin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Asma</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2009/11/30/wanita-karir/comment-page-1/#comment-243</link>
		<dc:creator>Asma</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 07:26:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=123#comment-243</guid>
		<description>Syukron ya ustadz sudah menulis artikel yg bagus dan cocok utk pemahaman saya skrg. Jadi hati saya bisa tentram dan sejuk krn ketika saya memutuskan berhenti jd PNS setelah kerja 17 thn dgn jabatan yg lumayan semua org menyalahkan saya. Kenapa berhenti...ya sama dgn alasan di artikel ustadz krn mudhoratnya lebih banyak dari manfaatnya. Ya spt di ktr2 terjadi: honor banyak yg syubhat, ikhtilath, khalwat, ghibah,  selingkuh dll. Afwan kalau ada kt yg salah. Jazakillah Khairan Katsiran...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syukron ya ustadz sudah menulis artikel yg bagus dan cocok utk pemahaman saya skrg. Jadi hati saya bisa tentram dan sejuk krn ketika saya memutuskan berhenti jd PNS setelah kerja 17 thn dgn jabatan yg lumayan semua org menyalahkan saya. Kenapa berhenti&#8230;ya sama dgn alasan di artikel ustadz krn mudhoratnya lebih banyak dari manfaatnya. Ya spt di ktr2 terjadi: honor banyak yg syubhat, ikhtilath, khalwat, ghibah,  selingkuh dll. Afwan kalau ada kt yg salah. Jazakillah Khairan Katsiran&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dian</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2009/11/30/wanita-karir/comment-page-1/#comment-233</link>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 10:33:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=123#comment-233</guid>
		<description>bagaimana kalo orang tua yang menghendaki ust karena beliau yang telah menyekolahkan saya dan saya tidak mau mengecewakan mereka...saya juga tidak ingin ayah bekerja keras lagi kasihan sudah tua, sedangkan saya anak tunggal yang sudah memiliki suami. apa yang harus saya lakukan, padahal saya juga punya kewajiban untuk mengurus orang tua. apakah saya berhak meminta suami saya untuk &quot;menafkahi&quot; orang tua saya yang sedianya saya yang harus melakukannya? padahal  suami masih  belum bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga kami dengan baik.
apa yang harus saya katakan kepada orang tua saya? bagaimana kalo mereka sangat kecewa terhadap sikap saya dan menganggap saya tidak mencintai orang tuanya karena telah menyia-nyiakan harapan mereka terhadap anak satu-satunya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana kalo orang tua yang menghendaki ust karena beliau yang telah menyekolahkan saya dan saya tidak mau mengecewakan mereka&#8230;saya juga tidak ingin ayah bekerja keras lagi kasihan sudah tua, sedangkan saya anak tunggal yang sudah memiliki suami. apa yang harus saya lakukan, padahal saya juga punya kewajiban untuk mengurus orang tua. apakah saya berhak meminta suami saya untuk &#8220;menafkahi&#8221; orang tua saya yang sedianya saya yang harus melakukannya? padahal  suami masih  belum bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga kami dengan baik.<br />
apa yang harus saya katakan kepada orang tua saya? bagaimana kalo mereka sangat kecewa terhadap sikap saya dan menganggap saya tidak mencintai orang tuanya karena telah menyia-nyiakan harapan mereka terhadap anak satu-satunya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad Sabiq</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2009/11/30/wanita-karir/comment-page-1/#comment-190</link>
		<dc:creator>Ahmad Sabiq</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 01:28:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=123#comment-190</guid>
		<description>@ dshe
Semoga Alloh menjaga kita semua
Resapi kembali tulisan saya, apakah anda temasuk yang boleh ataukah tidak ? niat bukan segalanya. orang yang mencuri terkadang berniat baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga (maaf kalau bahasa saya agak kasar). pikirkalah kembali, apakah nafkah yang diberikan oleh suami tidak mencukupi kebutuhan ? apakah dengan berkarier itu kewajian utama seorang wanita sebagai istri dan ibu tidak terbengkalai, dan apakah sudah menjadi sebuah tuntutan rumah tangga harus bekerja ? jika semuanya memang demikian, maka semoga Alloh menjaga kita dan membalas niat baik kita. namun jika tidak, maka sebaik-baik wanita  adalah berada dirumahnhya. barokallohu fik. Wallohu a&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ dshe<br />
Semoga Alloh menjaga kita semua<br />
Resapi kembali tulisan saya, apakah anda temasuk yang boleh ataukah tidak ? niat bukan segalanya. orang yang mencuri terkadang berniat baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga (maaf kalau bahasa saya agak kasar). pikirkalah kembali, apakah nafkah yang diberikan oleh suami tidak mencukupi kebutuhan ? apakah dengan berkarier itu kewajian utama seorang wanita sebagai istri dan ibu tidak terbengkalai, dan apakah sudah menjadi sebuah tuntutan rumah tangga harus bekerja ? jika semuanya memang demikian, maka semoga Alloh menjaga kita dan membalas niat baik kita. namun jika tidak, maka sebaik-baik wanita  adalah berada dirumahnhya. barokallohu fik. Wallohu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dshe</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2009/11/30/wanita-karir/comment-page-1/#comment-178</link>
		<dc:creator>Dshe</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 01:39:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=123#comment-178</guid>
		<description>saya seorang wanita karier yg notabene nya jg ibu rmah tangga dengan seorang putra, menyadari bertapa beratnya godaan yang dihadapi, bila tak ingat akan posisi dan keadaan maka akan mudah tergelincir dan terbawa, namun tak bisa juga dijadikan harga mati bahwa wanita karir adalah salah, kalo niatnya adalah untuk keluarga tersayang...semoga apa yg saya lakukan adalah ibadah...amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya seorang wanita karier yg notabene nya jg ibu rmah tangga dengan seorang putra, menyadari bertapa beratnya godaan yang dihadapi, bila tak ingat akan posisi dan keadaan maka akan mudah tergelincir dan terbawa, namun tak bisa juga dijadikan harga mati bahwa wanita karir adalah salah, kalo niatnya adalah untuk keluarga tersayang&#8230;semoga apa yg saya lakukan adalah ibadah&#8230;amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad Sabiq</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2009/11/30/wanita-karir/comment-page-1/#comment-172</link>
		<dc:creator>Ahmad Sabiq</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 19:58:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=123#comment-172</guid>
		<description>@ iwi
akhi, tolong baca kembali atikel tersebut. niscaya antum temukan jawabannya. barokallohu fikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ iwi<br />
akhi, tolong baca kembali atikel tersebut. niscaya antum temukan jawabannya. barokallohu fikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad Sabiq</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2009/11/30/wanita-karir/comment-page-1/#comment-171</link>
		<dc:creator>Ahmad Sabiq</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 19:57:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=123#comment-171</guid>
		<description>@ Rusni
antum benar, dalam kondisi tertentu memang wanita boleh bekerja dengan tetap memperhatikan aturan syar&#039;i. wallohu a&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Rusni<br />
antum benar, dalam kondisi tertentu memang wanita boleh bekerja dengan tetap memperhatikan aturan syar&#8217;i. wallohu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad Sabiq</title>
		<link>http://ahmadsabiq.com/2009/11/30/wanita-karir/comment-page-1/#comment-170</link>
		<dc:creator>Ahmad Sabiq</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 19:55:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsabiq.com/?p=123#comment-170</guid>
		<description>@ Abu Anisa
dianjurkan bagi wanita untuk khitan. banyak dalil yang mendasarinya. wallohu a&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Abu Anisa<br />
dianjurkan bagi wanita untuk khitan. banyak dalil yang mendasarinya. wallohu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

